sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPS: China masih mendominasi perdagangan Indonesia

China jadi negara pertama tujuan ekspor dan impor Indonesia.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Senin, 16 Mar 2020 16:19 WIB
BPS: China masih mendominasi perdagangan Indonesia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan China masih menjadi negara yang mendominasi perdagangan dengan Indonesia baik dari sisi ekspor maupun impor pada Januari-Februari 2020.

"Kalau kita lihat, pangsa ekspor menurut negara, China masih mendominasi pangsa ekspor non migas," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (16/3).

Yunita memaparkan nilai ekspor nonmigas China mencapai US$3,98 miliar pada Januari-Februari 2020 atau berkontribusi 15,33% dari keseluruhan ekspor Indonesia. Selanjutnya, Amerika Serikat berada di bawah China dengan nilai ekspor US$3,26 miliar atau berkontribusi 12,58%.

Sedangkan, posisi ketiga diduduki Jepang dengan nilai ekspor US$2,28 miliar dan berkontribusi sebesar 8,79% terhadap keseluruhan ekspor asal Indonesia.

Hal yang sama juga terjadi pada kinerja impor, di mana impor asal China menjadi yang tertinggi yakni US$5,92 miliar pada periode yang sama, atau berkontribusi sebesar 26,76% terhadap keseluruhan impor.

Jepang kemudian menyusul dengan nilai impor US$2,38 miliar dan berkontribusi 10,77% terhadap keseluruhan impor. Selanjutnya Singapura dengan total impor US$1,48 miliar yang berkontribusi sebesar 6,67% terhadap keseluruhan impor.

Kendati demikian, neraca perdagangan Indonesia dengan China mengalami penurunan signifikan baik dari sisi ekspor maupun impor pada Februari 2020 yang disinyalir akibat dari mewabahnya Covid-19.

Ekspor dari Indonesia ke China pada Februari 2020 mengalami penurunan US$245,5 juta menjadi US$1,8 miliar dari Januari 2020 yang angkanya US$2,1 miliar.

Sponsored

Sementara itu, impor asal China juga mengalami penurunan US$1,9 miliar pada Februari 2020 menjadi US$3,9 miliar dari US$1,9 miliar pada Januari 2020.

"Ada pengaruh dari Covid-19, di mana kegiatan penguncian, ekspor-impor otomatis akan memengaruhi neraca perdagangan kita dari China, karena baik ekspor maupun impornya, yang dari China, bulan ke bulan (month to month) itu turun dua-duanya," ujar Yunita. (Ant)

Berita Lainnya