sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ditolak SP Pertamina, Ahok menyebut lulusan S-3 Mako Brimob

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menanggapi santai penolakan dirinya oleh Serikat Pekerja Pertamina.

Hermansah
Hermansah Senin, 25 Nov 2019 14:53 WIB
Ditolak SP Pertamina, Ahok menyebut lulusan S-3 Mako Brimob
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 125396
Dirawat 38721
Meninggal 5723
Sembuh 80952

Basuki Tjahaja Purnama resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina (Persero). Pria yang biasa disapa Ahok itu dikukuhkan sebagai komisaris utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB hari ini. Ia didampingi Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama.

Pengangkatan Ahok menuai pro dan kontra. Ada yang setuju, tidak sedikit yang menolak. Salah satu yang menolak adalah Serikat Pekerja (SP) Pertamina. Ahok dinilai tidak tepat menduduki posisi direksi atau komisaris.

BTP, begitu Ahok meminta disapa, menanggapi santai penolakan itu. Secara guyonan, Ahok mengatakan bahwa dia merupakan lulusan strata-3 atau S-3. "Dia tidak tahu, saya ini sudah lulusan S-3 dari Mako Brimob," ujar Ahok sambil bercanda di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11).

Rumah Tahanan atau Rutan Mako Brimob di Depok, Jawa Barat, merupakan tempat Ahok menjalani masa tahanan. Di rutan itu ia mendekam selama dua tahun usai divonis bersalah dalam kasus penodaan agama. Setelah bebas, Ahok pulang ke kampung halamannya di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ahok tiba Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11) pukul 09.24 WIB dengan mengenakan batik berwarna cokelat. Kedatangan Ahok untuk menerima surat keputusan pengangkatan dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina. Sebelumnya, Pertamina menggelar RUPSLB.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan RUPSLB tersebut untuk mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi Pertamina. Menteri BUMN, kata Arya, telah mengusulkan nama-namanya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden kemudian telah mengeluarkan suratnya yang menyetujui usulan dewan komisaris serta dewan direksi yang telah diusulkan oleh Menteri BUMN. Selain mengangkat komisaris utama dan wakilnya, RUPSLB juga mengukuhkan Direktur Keuangan yang baru Emma Sri Martini yang sebelumnya menjabat Dirut Telkomsel. Emma menggantikan posisi yang ditinggalkan Pahala Mansury yang diangkat jadi Direktur Utama BTN.

Seperti diberitakan, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak pengangkatan Ahok masuk menjadi direksi atau komisaris Pertamina. Presiden FSPPB Arie Gumilar menyoroti rekam jejak dan perilaku Ahok yang selalu membuat keributan dan kegaduhan di mana-mana, dan bahkan seringkali berkata kotor.

Sponsored

Arie mengkhawatirkan, apabila Ahok masuk ke Pertamina bakal menimbulkan kegaduhan. Ini bisa membuat pada pelayanan distribusi energi kepada masyarakat di seluruh pelosok negeri menjadi terganggu.

Kementerian BUMN meminta kepada serikat pekerja BUMN untuk melihat terlebih dahulu kinerja Ahok sebelum melayangkan protes. Arya Sinulingga mengatakan, untuk mengukur tingkat keberhasilan di korporasi amat tidak gampang. Angka-angka terkait kinerja, untung, dan rugi sangat terlihat di korporasi. (Ant)

Berita Lainnya