sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dua anak usaha WIKA akan IPO tahun depan

WIKA Realty dan WIKA Industrial and Construction (Wicon) akan melantai di bursa pada 2020.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 28 Agst 2019 17:42 WIB
Dua anak usaha WIKA akan IPO tahun depan

Dua anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) akan melantai di Bursa Efek Indonesia tahun depan. Keduanya yakni WIKA Realty dan WIKA Industrial and Construction (Wicon).

Direktur keuangan WIKA Ade Wahyu mengatakan perseroan akan melepas sebanyak 20%-30% saham pada initial public offering (IPO) nanti.

"Kalau WIKA Realty tergantung dengan konsolidasi dengan holding yang ada. Kalau Wicon kita dorong supaya paling tidak di semester I-2020 bisa IPO," ujar Ade di Bursa Efek Indonesia (28/8).

Ade melanjutkan, rencana IPO WIKA Realty yang semula akan diadakan tahun ini mengalami penundaan. Penundaan disebabkan karena WIKA Realty masih menunggu proses sinkronisasi holding. Perseroan pun menargetkan WIKA Realty mendapatkan dana minimal Rp2 triliun dari IPO WIKA Realty.

"Melalui proses holding ini WIKA realty menjadi besar, otomatis size-nya naik. Market capital-nya sampai Rp10 triliun," kata Ade.

Sementara untuk Wikon, Ade mengatakan perseroan menargetkan memperoleh dana segar senilai Rp1,2triliun - 1,5 triliun dari IPO tahun depan.

Selain IPO anak perusahaan, WIKA juga berencana untuk menerbitkan obligasi di tahun depan. Obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk menambah anggaran belanja modal perseroan sebesar Rp20 triliun.

"Obligasinya di kisaran Rp2 triliun-Rp5 triliun, akan dilakukan di semester II-2020," kata Ade.

Sponsored

Ade melanjutkan capex tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek ibu kota baru, proyek pembangkit listrik, dan proyek tank storage.

Kebutuhan project terbesar, kata Ade, yang membuat capex WIKA naik adalah proyek tank storage, di wilayah Indonesia Timur  dan Pulau Jawa. Proyek tersebut akan menghabiskan nilai investasi sebesar Rp400 miliar-Rp800 miliar untuk satu tank storage di Indonesia Timur. Sementara untuk satu tank di wilayah Pulau Jawa nilainya Rp203 triliun.

"Sementara untuk ibu kota baru itu masih dihitung apa saja yang mau digarap, prencanaan sendiri kan baru selesai tahun depan," tutur Ade.