sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sri Mulyani sebut pertumbuhan ekonomi digital capai 40%

Menkeu Sri Mulyani menyebut Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi digital yang terbilang pesat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 11 Okt 2019 11:37 WIB
Sri Mulyani sebut pertumbuhan ekonomi digital capai 40%

Ekonomi digital diyakini akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi bangsa ke depan. Hal ini berkaca pada angka pertumbuhan ekonomi digital setiap tahunnya yang mencapai 40%. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, sektor ekonomi digital Indonesia tumbuh 40% setiap tahun. Berdasarkan statistik pada tahun 2019, Menkeu mengklaim transaksi dari ekonomi digital telah mencapai US$40 miliar. 

Setiap tahunnya, ekonomi digital tumbuh hingga 40%. Berkaca pada data tersebut, pada tahun 2025 Menkeu memperkirakan potensi ekonomi digital Indonesia bisa mencapai US$130 miliar.  

Menkeu juga menyebut, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital yang terbilang pesat. Maka, peranannya diyakini dapat menjadi katalisator ekonomi bangsa. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, peranan ekonomi digital sangat besar bagi pendorong perekonomian nasional. Sebab, kehadirannya telah memutus sekat-sekat antara desa dan kota, atau Jakarta dan luar Jakarta. 

Alhasil, akses terhadap ekonomi yang lebih merata disebutnya sebagai bagian dari demokrasi ekonomi. Lewat platform yang dihadirkan dari ekonomi digital, telah memberikan akses yang sama kepada masyarakat terhadap pasar, kapital, uang, informasi, dan infrastruktur. 

"Platform menghilangkan barrier to entry. Siapa pun Anda selama terkoneksi dengan internet dan listrik, Anda bisa melepaskan semua potensi untuk menjalankan ekonomi yang produktif. Demokrasi ekonomi makna intinya," ucap Sri dalam acara Dampak Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia, di Djakarta Theater, Kamis (11/10).

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri menambahkan, ekonomi digital telah berhasil menghilangkan Jawasentris  di Indonesia. Pasalnya, pusat-pusat kegiatan ekonomi selama ini hanya terfokus pada Pulau Jawa, dapat ditembus oleh kehadiran platform digital yang masuk hingga ke desa-desa.

Sponsored

"Jadi sebuah proses desentralisasi sebagai demokratisasi ekonomi, membuat daerah juga punya ruang terjadinya ekonomi digital," kata Chatib.

Berdasarkan penelitian LPEM FEB UI, Tokopedia saat ini memiliki lima juta penjual pada tahun 2018. Dari total penjual tersebut, sebesar 97% transaksi terjadi di kecamatan di Indonesia.

Dari sisi penjualan, terjadi kenaikan di berbagai daerah di Indonesia dengan penggunaan platform digital seperti Tokopedia. Misalnya, untuk wilayah Gorontalo penjualannya mencapai 55,67%, Jambi 41,88%, Sulawesi Utara 36,67%, dan Kalimantan Timur 35,71%.

LPEM FEB UI pun mencatat, Tokopedia secara estimasi berkontribusi sebesar Rp58 triliun terhadap perekonomian Indonesia tahun 2018. Tahun ini diperkirakan akan naik menjadi Rp170 triliun . 

Dan apabila dilihat dari gross merchandise value (GMV) pada tahun 2018 mencapai Rp73 triliun. Nilai tersebut setara 0,5% atas PDB Indonesia 2018. 

Selanjutnya pada tahun 2019, estimasi Tokpedia akan mencapai Rp222 triliun. Nilai tersebut setara 1,5% dari perekonomian Indonesia saat ini.