sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IHSG awal pekan melemah dampak sentimen karantina wilayah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 2,78% ke level 4.419.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 30 Mar 2020 09:15 WIB
IHSG awal pekan melemah dampak sentimen karantina wilayah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,78% ke level 4.419 pada pembukaan perdagangan Senin (30/3).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan indeks Dow Jones ditutup melemah 4,06%, NASDAQ ditutup terkoreksi 3,79%, dan S&P 500 ditutup terkoreksi 3,37%. Hal ini menunjukan bahwa saham akan masih sangat volatile pada pekan ini.

"Hal ini terjadi karena investor masih terus was-was terhadap perkembangan dari Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi," kata Dennies, Senin (30/3).

Dennies pun memperkirakan investor masih optimis akan stimulus yang diberikan The Fed. Di sisi lain, data terkait pengangguran di Amerika mencatat angka tertinggi sejak 1982.

"Kekhawatiran akan Covid-19 juga masih membayangi dari dalam negeri. Sehingga IHSG akan mengalami koreksi," ujar Dennies.

Sementara, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 membuat Dewan Guru Besar FK UI yang menyarankan karantina daerah atau lockdown sebagai alternatif menjadi salah satu sentimen pasar hari ini.

"Tentu kami melihat hal ini sesuatu yang harus kita apresiasi. Karena karantina dilakukan sebagai bentuk pencegahan korban yang kian bertambah banyak," tutur Nico.

Sepanjang pemerintah bisa mengukur dampak yang dihasilkan dari karantina wilayah, lanjut Nico, maka seharusnya karantina wilayah bisa menjadi sebua pilihan bagi pemerintah untuk mencegah bertambahnya korban.

Sponsored

Pilarmas Sekuritas, kata Nico, memandang pemerintah harus mengendalikan dulu penyebaran pandemi Covid-19, barulah mengelurakan stimulus baik fiskal maupun moneter, seperti yang dilakukan China. Sehingga, pemulihan yang terjadi bisa lebih cepat.

Berita Lainnya