sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IHSG dibuka menguat di awal pekan

Ada sentimen negatif dari kasus Covid-19 di Indonesia yang masih menunjukan tren naik dan belum memberikan tanda-tanda puncak

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 13 Jul 2020 09:08 WIB
IHSG dibuka menguat di awal pekan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,57% ke level 5.060 pada perdagangan Senin (13/7).

Sementara bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup naik 1,44%, Nasdaq ditutup naik 0,56%, dan S&P 500 ditutup naik 1,05%.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan bursa saham AS ditutup menguat, meskipun angka pengangguran masih tinggi dan kasus Covid-19 masih terus meningkat.

"Investor masih optimis dari beberapa informasi, jika vaksin Covid-19 terus dikembangkan dan angka kematian menurun dibandingkan Maret atau April," ujar Dennies.

Selain sentimen tersebut, Dennies mengatakan, investor menanti data laporan keuangan dari kuartal II-2020 dengan ekspektasi penurunan laba bersih sebesar 44% secara rata-rata.

Sementara itu bursa Asia dibuka menguat tanpa mempedulikan angka penularan Covid-19. Indeks Nikkei dan TOPIX kompak menguat dengan kenaikan masing-masing 1,45% dan 1,53%.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, sentimen pekan ini akan datang dari peningkatan kasus Covid-19 dan peluang penyebaran Covid-19 lewat udara akan menjadi sentimen negatif pasar saham.

"Sedangkan perkembangan vaksin Covid-19, salah satunya dari Moderna yang akan memasuki fase tiga menjadi sentimen positif bagi pasar. Tetapi vaksin harus melewati empat fase sebelum diproduksi massal," ujar Hans.

Sponsored

Sentimen lainnya, senada dengan Dennies, Hans mencermati memasuki Juli, pelaku pasar menanti data laba korporasi untuk kuartal II-2020. Apabila laporan laba lebih baik dari harapan pelaku pasar, maka akan mendorong pergerakan yang positif. Tetapi bila terjadi sebaliknya, akan cenderung mendorong pasar saham terkoreksi.

"Pasar masih akan diwarnai kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 yang mendorong potensi lockdown di beberapa negara. Sementara dari dalam negeri, ada sentimen negatif dari kasus Covid-19 di Indonesia yang masih menunjukan tren naik dan belum memberikan tanda-tanda puncak," tuturnya.

Hans pun memperkirakan IHSG berpeluang terkonsolidasi menguat di awal pekan, setelah kenaikan di awal pekan lalu, dengan support di level 4.985 sampai 4.885 dan resistance di level 5.111 sampai 5.150.

Berita Lainnya