sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IMF sebut likuiditas keuangan Singapura rentan

Apabila ekonomi Singapura terus mengalami penurunan, kebijakan fiskal harus menjadi garis pertahanan pertama.

Mona Tobing
Mona Tobing Selasa, 16 Jul 2019 09:33 WIB
IMF sebut likuiditas keuangan Singapura rentan

Dana Moneter Internasional atau IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Singapura bakal melambat. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Singapura naik 2% pada 2019. 

Pertumbuhan ekonomi Singapura yang mulai masuk dalam tahap resesi, disebut IMF, disebabkan perang dagang. Perdagangan global mengurangi permintaan eksternal di Singapura.

Kalaupun ada peluang Singapura tumbuh cepat, kemungkinan ekonomi tumbuh di sekitar 2,5%. Itu pun dalam jangka menengah. Pada Mei, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Singapura mencapai 2,3%, turun dari 3,2% pada 2018.

Atas kondisi tersebut, IMF merekomendasikan agar Singapura tetap bergantung pada data untuk menentukan sikap kebijakan moneternya. Jika risiko penurunan terjadi, kebijakan fiskal harus menjadi garis pertahanan pertama. 

Meski begitu, hasil dari tes stres likuiditas yang dilakukan IMF mengungkapkan kerentanan dalam likuiditas dolar AS. IMF kemudian menyarankan agar pemerintah Singapura mulai segera memprioritaskan kebijakan untuk memperkuat likuiditas valuta asing bank.

Di sisi lain, IMF memuji sistem keuangan Singapura yang disebut tangguh. Hal ini didukung dengan sejumlah peraturan dan pengawasan yang kuat. 

IMF memuji penanganan Singapura atas langkah-langkah makroprudensial di pasar properti. Misalnya dengan menghilangkan diferensiasi berbasis residensi untuk bea materai pembeli tambahan. 

Menanggapi rekomendasi dari Singapura tersebut, Otoritas Moneter Singapura mengatakan sedang meninjau rekomendasi IMF dan akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperkuat pengawasan keuangan. 

Sponsored