sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indef: Akuisisi Vale bangkitkan industri nikel Indonesia

Akuisisi Vale Indonesia akan mendorong reindustrialisasi nikel dan mengurangi ketergantungan bahan baku dari negara lain.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 15 Okt 2019 19:32 WIB
Indef: Akuisisi Vale bangkitkan industri nikel Indonesia

Institute For Development of Economics and Finance (Indef) menilai pembelian 20% saham PT Vale Indonesia Tbk. (PTVI) oleh Holding BUMN Mining Industry Indonesia (MIND ID) merupakan langkah awal reindustrialisasi dalam negeri.

Ekonom Indef Abra Talattov mengatakan selama ini hasil sumber daya alam Indonesia hanya diekspor mentah-mentah ke luar negeri. Hal ini yang membuat industri di Indonesia bergantung dengan impor bahan baku dari negara lain.

"Sudah cukup sumber daya mineral Indonesia diekspor mentah-mentah. Sudah saatnya kita angkat kembali industrialisasi dalam negeri," katanya saat dihubungi, Senin (15/10).

Abra menuturkan PTVI adalah produsen nikel terbesar di dunia dengan 75.000 ton nickel matte per tahun dan menyumbang 5% pasokan nikel dunia. Dengan penguasaan saham sebesar 20%, harapannya Indonesia dapat memanfaatkan aset strategis tersebut untuk mendorong pertumbuhan industri hilir di dalam negeri.

"Bayangkan setelah 50 tahun untuk pertama kalinya Bangsa Indonesia melalui BUMN tambang akan turut merasakan nilai tambah dari SDA yang dikeruk dari tanah air," ucapnya.

Lebih lanjut, Abra mengatakan, dengan penguasaan saham PTVI ini, Indonesia dapat menjadi pemain dalam industri mobil listrik dunia di masa depan. Apalagi, industri mobil listrik digadang-gadang memiliki prospek yang menjanjikan ke depannya. Sebagaimana diketahui, komponen baterai untuk mendukung daya mobil listrik berasal dari nikel.

"Maka penguasaan SDA mineral terutama nikel adalah momentum terbaik untuk mengangkat kembali kinerja industri nasional," tuturnya.

Abra menyebut, hanya dengan menggiatkan industri nasional, maka nilai tambah dan daya saing industri dalam negeri akan meningkat di antara negara-negara lainnya.

Sponsored

"Dan hanya dengan cara itu, maka kinerja perdagangan internasional Indonesia akan pulih," jelasnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, Holding BUMN tambang juga harus menjaga kepercayaan publik dengan membuktikan komitmennya meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri nasional. Citra BUMN yang belakangan sedikit memburuk setelah terpaan korupsi harus dikembalikan.

"Dengan begitu rakyat Indonesia akan kembali bangga memiliki BUMN yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk perekonomian nasional," ujarnya.

Sebelumnya, MIND ID dan PTVI bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining (SMM), telah menandatangani perjanjian pendahuluan untuk mengambil alih 20% saham divestasi PTVI.

Perjanjian pendahuluan ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan PTVI. Perjanjian pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.

Pengambilan 20% saham PTVI merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara PTVI dan pemerintah yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut.