sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indef: Investasi asing di startup tak bikin produk lokal berjaya

Keberadaan perusahaan rintisan yang didanai oleh asing justru memperparah defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Minggu, 04 Agst 2019 23:20 WIB
Indef: Investasi asing di startup tak bikin produk lokal berjaya

Penetrasi modal asing ke perusahaan rintisan (startup) di Indonesia tak sepenuhnya berdampak positif. Menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, investasi asing justru memacu gelombang masuknya barang-barang impor ke Tanah Air. 

"Data asosiasi e-commerce menunjukkan kecenderungan 93% barang yang dijual di market place adalah barang impor. Artinya produk lokal hanya 7%," ujar Bhima dalam diskusi 'Polemik Investasi Asing di Start-up Unicorn' di Jakarta, Minggu (4/8). 

Lebih jauh, Bhima menilai keberadaan perusahaan rintisan yang didanai oleh asing justru memperparah defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan. 

"Startup, khususnya yang bergerak di bidang e-commerce, berkontribusi terhadap naiknya impor barang konsumsi. Tahun 2018 impor barang konsumsi naik 22% padahal konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 5%," tuturnya. 

Tak hanya itu, Bhima menilai investasi asing di perusahaan rintisan lokal juga kurang berdampak terhadap pemerataan penyerapan tenaga kerja. 

"Penyerapan tenaga kerja untuk kategori semi skills dan high skills masih terbatas. Kalau driver online yang terserap itu lebih masuk kategori low skills atau mengerjakan pekerjaan yang sederhana," ujar dia. 

Kerja sama pemodal asing dan perusahaan rintisan lokal juga menunjukkan masih rendahnya kualitas tenaga kerja Indonesia di bidang ekonomi digital. 

"Misalnya GoJek, di mana pengembangan IT dilakukan sebagian di Kota Bangalore, India. Ini juga karena skill SDM kita yang belum memenuhi syarat," jelasnya. 

Sponsored

Peneliti Indef Ariyolo Irhamna mengatakan, seharusnya pemerintah mendorong investor asing untuk membangun jaringan produksi industri yang berorientasi ekspor. Pemodal tidak sepatutnya didorong untuk 'membuka toko' di dalam negeri.

"Jadi, kualitas investasi tidak hanya memiliki dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pertumbuhan industri dan kinerja ekspor," kata Ariloyo. 

Ariyolo menilai wajar jika pemodal asing membidik investasi di perusahaan rintisan lokal. Pasalnya, pasar Indonesia tergolong besar di bidang e-commerce

"Sayangnya, pemerintah belum mampu merespon maraknya trend investasi asing di ranah start-up sehingga banyak platform e-commerce yang didominasi oleh barang-barang impor," kata dia.