sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jelang Ramadan, pemerintah pastikan stok dan harga pangan terkendali

Di antaranya beras surplus 8,7 juta ton, jagung 3,2 surplus juta ton, bawang merah surplus lebih dari 92.000 ton.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Senin, 28 Mar 2022 16:12 WIB
Jelang Ramadan, pemerintah pastikan stok dan harga pangan terkendali

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan, harga dan stok sembako terkendali selama bulan Ramadan. Kenaikan harga barang juga sudah diantisipasi dengan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan asosiasi pedagang.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto menyebutkan, Bapanas yang dibentuk berdasarkan Perpres No 66 Tahun 2021 bertugas untuk memastikan ketersediaan bahan pangan aman dari bulan per bulan. Komponen pangan itu antara lain beras, jagung, kedelai; gula konsumsi; telur unggas; dan daging.

“Kami memonitor ketat harga-harga dengan koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan di setiap kabupaten dan provinsi,” kata Andriko dalam konferensi pers di Youtube Forum Merdeka Barat 9, Senin (28/3).  

Andriko menyebutkan, ketersediaan stok beberapa kebutuhan pokok sampai akhir 2022 masih terbilang aman. Sebagai contoh beras surplus 8,7 juta ton, jagung 3,2 surplus juta ton, bawang merah surplus lebih dari 92.000 ton, bawang putih surplus lebih dari 102.000 ton, cabai merah besar surplus 27.000 ton, dan cabai rawit surplus 40.000 ton. Sementara itu, daging sapi surplus 31.000 ton, daging ayam surplus 98.000 ton, dan gula konsumsi surplus 500.000 ton.

Kewaspadaan terkait dengan kenaikan harga dilakukan dengan membandingkan harga produk yang sama dengan tahun sebelumnya. “Jika harga naik, maka kami menambah stok barang sehingga harganya stabil,” imbuh dia.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, memasuki bulan Ramadan, seluruh wilayah di Jawa dan Bali telah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pertama hingga ketiga. Itu berarti kegiatan Ramadan seperti Tarawih, buka puasa bersama, dan aktivitas lain dapat diselenggarakan secara normal dengan protokol kesehatan ketat.

Wiku menambahkan, untuk daerah dengan PPKM level pertama masjid boleh diisi dengan kapasitas seratus persen, untuk wilayah level kedua 75%, dan wilayah dengan level ketiga 50%. “Walau begitu kami tetap mewaspadai kawasan padat penduduk dengan mobilitas tinggi karena potensi penularan juga tinggi,” imbuh dia.

Saat ini Wiku menyebut, kasus positif Covid-19 harian terkendali dengan penambahan hanya 3.000-an kasus. Sementara jumlah orang meninggal akibat pandemi adalah seratusan orang.

Sponsored
Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB

, : WIB
×
tekid