sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kapolri lihat peluang ekonomi RI bangkit dari pandemi

Di sisi lain, dia mengungkapkan, pemerintah juga melakukan transformasi ekonomi dengan konsep green dan blue economy.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Jumat, 18 Mar 2022 21:18 WIB
Kapolri lihat peluang ekonomi RI bangkit dari pandemi

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan, untuk mencapai target pertumbuhan perekonomian nasional harus diiringi pengendalian pandemi Covid-19 yang optimal. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2022 sebesar 5,02 dan diharapkan menjadi 5,3-5,5 pada kuartal I 2022.

“Ini semuanya penting untuk mendukung agar di tengah pandemi Covid-19, ekonomi bisa bertumbuh,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/3). “Kuncinya memang negara mana yang bisa mengendalikan laju Covid-19, maka dialah yang menjadi pemenang dan itu yang sekarang terus kita laksanakan.”

Indonesia berdasarkan data Indeks Nikkei pada akhir 2021, terang Sigit, menjadi negara yang berada di urutan pertama terkait pengendalian pandemi. CDC Amerika Serikat (AS) juga menempatkan Indonesia di level I. Bahkan, bertengger di posisi kelima terbesar terkait penyuntikan dosis vaksin dengan jumlah 360,8 juta. 

Di sisi lain, dia mengungkapkan, pemerintah juga melakukan transformasi ekonomi dengan konsep green dan blue economy. Menurutnya, itu untuk menjadikan sumber kekuatan perekonomian yang baru. 

“Saya kira, ini memang komitmen yang harus dilakukan untuk menjaga bumi, alam, dan masa depan generasi akan datang. Tolong hindari hal-hal yang bisa berdampak perusakan lingkungan. Hindari kawasan hutan lindung untuk masa depan kita,” tutur Sigit. 

Tak hanya itu, Sigit menyebutkan, Polri dalam semangat transformasi Presisi akan berkomitmen mendukung dan mengawal iklim usaha dan investasi yang kondusif. Ini tertuang dalam transformasi operasional dalam program kedelapan, yakni pemulihan ekonomi nasional (PEN). 

“Terkait dengan kebijakan iklim investasi, kami dari Polri telah membuat program Polri Presisi. Saya masukan di dalam program dan kegiatan aksi kita,” jelasnya.

“Tidak usah khawatir, kita pasti mendukung, mengawal rekan-rekan yang memang memiliki jiwa entrepreneur dan kreativitas. Kami sudah sampaikan anggota terhadap kegiatan usaha, tolong dikawal. Kalau kurang izin, lakukan pendampingan,” imbuh dia.

Sponsored

Sigit memaparkan, Polri membentuk Satgas Mafia Tanah, Satgas Penanganan Konflik Sosial, Satgas Waspada Investasi, Satgas PEN, dan lainnya sebagai komitmen mendukung iklim investasi dan usaha yang kondusif.

“Namun, itu semua tentunya saya harapkan juga agar program saya bisa berjalan, bagaimana kita masuk dan lakukan pendampingan. Sehingga, rekan-rekan semua bisa melaksanakan usahanya sesuai apa yang rekan-rekan harapkan tanpa takut memiliki masalah hukum. Saya juga titip pesan, mari kita menciptakan iklim usaha yang baik,” paparnya. 

Tak lupa, Sigit juga menyinggung soal bonus demografi. Sebab itu, Sigit mengajak HIPMI mewujudkan SDM yang unggul agar terwujudnya Indonesia tangguh, tumbuh, dan emas pada 2045. 

“Saya mengingatkan moto HIPMI, jadilah pengusaha pejuang, pejuang pengusaha. Jadilah pengusaha nasional yang tak hanya tangguh di dalam negeri, tapi tangguh di kawasan global dengan tetap memiliki wawasan kebangsaan,” tutupnya.

Berita Lainnya
×
tekid