logo alinea.id logo alinea.id

Kilang Saudi Aramco diserang, saham emiten migas cemerlang

Saham lima emiten pertambangan minyak dan gas (migas) bergerak ke zona hijau. Dua emiten menjadi top gainers.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 16 Sep 2019 16:43 WIB
Kilang Saudi Aramco diserang, saham emiten migas cemerlang

Harga saham dari emiten-emiten pertambangan minyak dan gas (migas) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (16/9) naik signifikan.

Kenaikan ini dipicu sejalan dengan melesatnya harga minyak dunia setelah dua fasilitas pengolahan minyak mentah milik Aramco, di Arab Saudi diserang oleh drone pada Sabtu (14/9). Penyerangan tersebut membuat harga minyak mentah Brent naik 19% dan West Texas Intermediate (WTI) naik 12%.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji melihat serangan drone dari kelompok Houthi Yaman terhadap instalasi minyak Aramco di Arab Saudi menyebabkan tensi antara AS dengan Iran meningkat. Di sisi lain, Arab Saudi juga mengutuk serangan tersebut.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan dengan adanya penyerangan drone tersebut, sejauh ini pasar masih bereaksi negatif terkait berita tersebut. 

“Namun, Donald Trump mengatakan bahwa dia akan siap membantu untuk melepaskan pasokan darurat untuk menjaga harga minyak untuk tetap terkendali,” kata Nico.

Saham-saham di sektor migas yang menjadi sorotan adalah PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Elnusa Tbk. (ELSA), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Surya Essa Perkasa Tbk. (ESSA), dan PT Indika Energy Tbk. (INDY). Bahkan, saham dua emiten migas, Elnusa dan Medco hari ini berada di jajaran top gainers.

Saham Medco Energi (MEDC) pada sesi perdagangan pertama dibuka menguat hingga level Rp810 per lembar saham. Kemudian, pada penutupan perdagangan hari ini, saham MEDC tercatat berada pada level Rp775 per saham atau naik 3,33% dari harga penutupan hari sebelumnya sebesar Rp750 per saham. 

Tercatat pada hari ini investor asing melakukan aksi pembelian bersih di seluruh pasar sebesar Rp105,52 juta.

Sponsored

Lalu, saham Energi Mega Persada (ENRG) bergerak volatil pada perdagangan hari ini. Saham emiten berkode ENRG ini sempat menyentuh level tertinggi pada Rp65 per saham atau naik 6,5% dari harga penutupan hari sebelumnya Rp61 per saham.

Saham ENRG ditutup stagnan di level Rp61 per saham. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar Rp353 juta pada saham ENRG.

Sementara, saham Elnusa pada perdagangan sesi kedua dibuka pada level Rp360 per saham. Saham Elnusa mengalami harga tertingginya pada pukul 9 pagi ini di level Rp376 per saham.

Saham ELSA ditutup pada harga Rp358 per saham, atau mengalami kenaikan sebesar 6,55% dari penutupan hari sebelumnya sebesar Rp336 per lembar saham. Namun, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar Rp227,6 juta.

Kemudian, saham Surya Essa Perkasa pada pembukaan perdagangan sesi II juga dibuka menguat Rp278 per lembar saham. Saham ini sempat menyentuh level tertingginya pada pukul 9 pagi, menyentuh level Rp290 per saham atau naik 6,6% dari harga penutupan hari sebelumnya Rp272 per lembar saham.

Pada penutupan perdagangan Senin (16/9), saham ESSA ditutup pada level Rp278 per lembar saham atau mengalami kenaikan sebesar 2,21% sebanyak 6 poin. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di seluruh pasar hingga Rp549,6 juta ke saham ESSA pada hari ini.

Lalu, saham Indika Energi dibuka pada harga Rp1.495 per lembar saham pada pembukaan perdagangan sesi II hari ini. Saham INDY sempat menyentuh level tertingginya pada level Rp1.510 pada pukul 11.19 hari ini.

Saham INDY pada penutupan perdagangan ini ditutup naik 2,41% atau 35 poin ke level Rp1.485 per saham. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp1,56 miliar di seluruh pasar pada perdagangan hari ini.