logo alinea.id logo alinea.id

Kinerja rupiah diyakini memengaruhi IHSG

Rupiah masih dalam tren menguat, sehingga bisa menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 25 Feb 2019 05:37 WIB
Kinerja rupiah diyakini memengaruhi IHSG

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini diprediksi berbalik arah menguat. Faktor dominan yang mendorong penguatan ini adalah apresiasi rupiah yang menguat terhadap dollar AS.

Head Investment Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan, rupiah masih dalam tren menguat, sehingga bisa menjadi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

Mengutip RTI Infokom, rupiah berhasil menguat 0,34% dalam sepekan. Kurs rupiah berada pada rentang Rp14.040-Rp14.130. Sementara, pada Jumat (22/2) rupiah menguat 0,04% pada level Rp14.058.

"Di samping itu juga kami melihat foreign inflow atau aliran dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia bisa menopang kinerja positif di minggu ini," kata Farash kepada Alinea.id, Senin (25/2).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), selama sepekan, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp79,2 miliar. Dengan demikian sampai dengan pekan akhir bulan Februari 2019 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp10,88 triliun.

Selain itu, adanya laporan keungan yang positif dari beberapa emiten bisa menjadi sentimen baik untuk pergerakan pasar saham. "Mulai masuk earnings season dari laporan keuangan emiten, so far kelihatannya cukup baik secara umum ke depan expect juga pembagian dividen dari para emiten," kata dia.

Apabila faktor-faktor tersebut bisa menopang IHSG, Farash memprediksi IHSG berada pada level 6.560. "Kami rasa dengan belum adanya berita baru dari emiten terkait labanya mungkin pergerakan IHSG, seandainya positif namun masih berkisar ke arah valuasi normal, yaitu 6.560," ujarnya.

Farash merekomendasikan beberapa saham big caps pada sektor perbankan dan juga consumer goods. Misalnya saja, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM).

Sponsored

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut, IHSG berpotensi menguat. IHSG masih terkonfirmasi berada dalam jalur uptrend jangka pendek maupun menengah, support level juga terlihat cukup kuat terjaga di tengah fluktuasi harga komoditas yang masih terjadi.

"Sentimen yang minim jelang akhir bulan kedua pada awal 2019, memberikan ruang terhadap IHSG untuk bergerak konsolidasi dalam jangka pendek dengan peluang kenaikan yang masih cukup besar," kata dia dalam riset hariannya.

William memprediksi IHSG akan berada pada kisaran 6.418-6.585. Adapun beberapa rekomendasi saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), dan PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA). 

Sebagai informasi, sepekan kemarin IHSG alami kenaikan 1,76% ke posisi 6.501,38 dari posisi 6.389,09 pada penutupan pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 1,76% menjadi sebesar Rp7.392,35 triliun dari Rp7.264,29 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Sementara itu, untuk rata-rata nilai transaksi harian BEI meningkat 5,18% menjadi Rp9,63 triliun dari Rp9,16 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.