sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Luhut: Tidak perlu ketakutan berlebihan karena pandemi

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menjaga optimisme di tengah pandemi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 30 Agst 2020 13:54 WIB
Luhut: Tidak perlu ketakutan berlebihan karena pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan tidak perlu ketakutan berlebihan menghadapi pandemi Covid-19. Menurut dia, dalam keadaan yang sangat tertekan, masyarakat Indonesia harus bisa menjaga optimisme.

Luhut mengungkapkan, berbagai upaya dilakukan untuk menjaga optimisme di tengah pandemi. Dia menuturkan, pemerintah dan masyarakat tidak mempunyai pilihan lain selain kompak bekerjasama menyelesaikan masalah di depan mata.

"Kita harus berjuang sekuat-kuatnya sehingga di kuartal III pertumbuhan ekonomi bisa mendekati 0% atau -0% koma sekian," kata Luhut, Minggu (30/8).

Meskipun, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap negatif, Luhut menegaskan, hal tersebut bukan akhir dari segala-galanya. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 mengalami kontraksi 5,32%. 

Perlambatan ekonomi Indonesia, menurut Luhut, tercermin dari sisi pengeluaran. Dia pun mengatakan, konsumsi domestik mengalami kontraksi 5,5%, yang merupakan data terburuk dalam 20 tahun terakhir ini.

"Sementara 58% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tergantung pada pada konsumsi. Sektor makanan dan minuman, fashion, transportasi, komunikasi memainkan peranan penting dalam meningkatkan konsumsi domestik," tuturnya.

Meskipun demikian, lanjutnya, Indonesia menurut Bank Dunia akan mengalami pemulihan yang lebih cepat dibandingkan negara-negara lainnya. Sebab, Bank Dunia melihat konsumsi domestik yang besar akan menjadi pendorong pemulihan ekonomi Indonesia.

"Tadi malam saya bicara dengan Bank Dunia, mereka justru melihat Indonesia dengan konsumsi besar jauh lebih cepat pulih dengan negara yang mengandalkan hanya high-technology saja. Dan kita punya kombinasi itu, oleh karena itu mari kita manfaatkan," ujarnya.

Sponsored

Dia pun mengatakan dalam diskusi tersebut, Bank Dunia mengapresiasi program yang dilakukan Indonesia. Menurutnya, sepanjang Indonesia bekerja seperti ini, hal tersebut sudah benar.

Berita Lainnya