sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Matahari Departement Store catatkan kerugian bersih Rp357 miliar semester I-2020

Pendapatan ini lebih rendah 62,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp5,95 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 02 Agst 2020 11:31 WIB
Matahari Departement Store catatkan kerugian bersih Rp357 miliar semester I-2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Imbas Covid-19 kinerja PT Matahari Department Store Tbk tidak memuaskan. Emiten ritel dengan kode LPPF itu hanya membukukan pendapatan bersih sebesar Rp2,25 triliun. 

Pendapatan ini tercatat lebih rendah 62,1%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,95 triliun. Tercatat penjualan eceran perseroan turun 62,06% dari Rp3,8 triliun pada semester I-2019, menjadi Rp1,44 triliun pada semester I-2020. 

Sementara penjualan konsinyasi bersih juga tercatat turun 63,50% menjadi Rp760 miliar, dari Rp2,08 triliun pada periode yang sama tahun lalu. CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari, Terry O'Connor mengatakan, pandemi Covid-19 secara signifikan berdampak pada operasi Matahari pada kuartal kedua.

"Sebagai tindak lanjut, Matahari mengambil langkah pengurangan biaya secara menyeluruh. Termasuk, upaya untuk memperoleh keringanan sewa, yang telah menghasilkan penurunan pengeluaran operasional sebesar 53,8% pada kuartal II-2020," kata Terry dalam keterangan resminya, Kamis (30/7).

Terry menegaskan, demi mempertahankan kesehatan pelanggan dan karyawan mereka, Matahari mencatatkan kerugian bersih senilai Rp357 miliar. Namun, lanjutnya, pada saat yang sama, emiten berkode LPPF ini meningkatkan pinjaman mereka menjadi Rp2,06 triliun untuk pembayaran kepada pemasok.

Meskipun menghadapi tantangan Covid-19, Terry mengatakan, Matahari memutuskan untuk meneruskan rencana pembukaan tiga gerai yang sebelumnya tertunda, dan membuka tiga toko baru dengan luas masing-masing sekitar 6.000-7.000 meter persegi.

"Sampai saat ini, kami telah menutup enam gerai format besar pada 2020. Pada saat yang sama, kami membuka satu gerai baru di Palembang pada Mei 2020, dua gerai baru di kota Depok, dan Tangerang pada Juli 2020," tutur Terry.

Penambahan gerai ini menjadi kan jumlah format besar menjadi 154 gerai. Adapun hingga akhir tahun ini, Matahari berencana memiliki 150 portofolio gerai format besar yang menguntungkan.

Sponsored
Berita Lainnya