sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Melebarnya perang dagang jadi sentimen IHSG pekan depan

Sentimen dalam negeri dipengaruhi kebijakan BI dan OJK.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 26 Jan 2020 18:10 WIB
Melebarnya perang dagang jadi sentimen IHSG pekan depan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di level 6.244 atau terkoreksi 0,08% pada penutupan perdagangan, Jumat (24/1). Pelemahan didorong sektor agrikultur 1,16% dan aneka industri 1,16%.

Berita utama pekan ini datang dari wabah corona di China. Akibat virus tersebut, pasar Asia dan global sempat tertekan karena kekawatiran penyebarannya.

Pada Jumat (24/1), menurut laporan media China, jumlah kasus corona mencapai 830 orang. Sebanyak 25 jiwa di antaranya, meninggal dunia. 

Direktur Anugrah Mega Investama, Hans Kwee, menyatakan, pasar saham dunia sempat stabil setelah adanya pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Jika virus belum menjadi keadaan darurat global. Apalagi, China bertindak cepat untuk menahan penyebarannya dengan memutus akses keluar-masuk Wuhan, lokasi awal corona berasal.

"Ini memberikan keyakinan, bahwa wabah yang terjadi tidak mengakibatkan pandemi yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi global, tetapi tahun baru Imlek, di mana banyak warga melakukan perjalanan di dalam dan luar negeri, menimbulkan kekawatiran di pasar," tutur dia dalam risetnya, Sabtu (25/1).

Untuk pekan depan, dia memproyeksikan, laba korporasi masih akan menjadi sentimen pasar. Hingga minggu ini, lebih dari 12% perusahaan S&P 500 telah melaporkan keuangannya. Menurut data FactSet, 70% korporasi membukukan laba lebih baik dari perkiraan. 

Melebarnya perang dagang. Sentimen lain yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Menyusul penandatanganan fase pertama antara China dan Amerika Serikat (AS). Juga pernyataan Donald Trump di Davos, Swiss, yang terkesan menekan Uni Eropa.

Dalam pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen tersebut, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif impor mobil Eropa. Jika takada komitmen perdagangan baru dengan Uni Eropa.

Sponsored

"Adapun perang dagang antara AS dan China, penandatanganan perjanjian perdagangan fase pertama mengurangi ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia itu, tetapi optimisme positif kesepakatan perang dangang China dan AS mulai memudar di pasar," tutur Hans.

Sementara, sentimen dari dalam negeri datang dari Bank Indonesia (BI). Lantaran mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 5,00%. 

Sedangkan sentimen untuk IHSG, dipengaruhi kebijakan Otoritas Jasa Keungan (OJK) yang menyuspensi produk reksa dana 37 manajer investasi. Beberapa saham blue chip yang ada di dalam daftar produk yang disuspensi pun mengalami tekanan jual. 

Dirinya menilai, lebih dari 35 reksadana yang nilai aktiva bersihnya turun melampaui 50% kala rebalancing untuk mengembalikan dana nasabah bakal menekan indeks ke depannya. "Belum lagi pembekuan 800 rekening nasabah. Kami perkirakan, akan menimbulkan sentimen negatif di pasar," ucapnya.

Kendati begitu, Hans melihat, IHSG berpeluang rebound terbatas pada awal minggu. Lantaran pola yang turun nyaris sepekan penuh. "Adapun support IHSG di level 6.218 sampai 6.200 dan resistance IHSG di level 6.256 sampai 6.312," tutup dia.

Berita Lainnya