sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menkes Budi: Vaksinasi drive-thru mudahkan lansia

Upaya vaksinasi drive-thru ini juga membantu mempercepat program vaksinasi pemerintah, yang diupayakan selesai satu tahun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 04 Mar 2021 15:24 WIB
Menkes Budi: Vaksinasi drive-thru mudahkan lansia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, layanan vaksinasi drive-thru yang dilakukan Halodoc dan Gojek membantu mempercepat vaksinasi penduduk lanjut usia (lansia).

"Vaksinasi pakai mobil ini (drive-thru) banyak untungnya buat lansia. Sangat membantu sekali apabila bisa disuntikkan secara drive-thru," kata Budi, Kamis (4/3).

Upaya vaksinasi drive thru ini juga membantu mempercepat program vaksinasi pemerintah. Budi menjelaskan, pemerintah mengupayakan vaksinasi bisa selesai dalam satu tahun, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Pasalnya, kekebalan vaksinasi diperkirakan bisa hilang dalam satu tahun. Sehingga, sebelum kekebalan tersebut hilang, Indonesia harus menyelesaikan program vaksinasi.

Pada enam bulan pertama tahun ini, lanjutnya, Indonesia hanya bisa memperoleh 90 juta dosis vaksin, dari kebutuhan 363 juta dosis untuk 181 juta penduduk. Sehingga, pada semester I-2021, ada 45 juta penduduk yang mendapatkan 90 juta dosis suntikan vaksin.

Sisanya, sebanyak 140 juta penduduk atau sebanyak 280 juta dosis suntikan, akan diberikan pada enam bulan kedua. 

"Jadi akan sangat tinggi jumlah suntikan yang harus dilakukan semester kedua ini. Kita harus bisa suntikkan ke 140 juta target dalam waktu enam bulan dan kita tidak mungkin melakukannya sendiri," ujarnya.

Untuk bisa mengejar target tersebut, Budi mengatakan pemerintah telah mencoba beberapa model vaksinasi yang dilakukan di tempat-tempat luas seperti pasar, lapangan, gelanggang olah raga, hingga aula perguruan tinggi.

Sponsored

Menurutnya, vaksinasi yang dilakukan di tempat-tempat luas bisa menyasar lebih banyak penduduk, daripada yang dilakukan di klinik kesehatan atau rumah sakit.

"Semua pihak juga kami rangkul, karena tidak mungkin kami lakukan sendiri. Kementerian Kesehatan enggak bisa eksklusif. Jadi sekarang sudah mulai dengan pihak swasta, sudah mulai dengan kementerian atau lembaga, dan sudah mulai dengan TNI," tuturnya. 

Berita Lainnya