sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPS: Neraca perdagangan Desember 2020 surplus US$2,1 miliar

Nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2020 mencapai US$163,31 miliar atau menurun 2,61% dibanding periode yang sama pada 2019.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 15 Jan 2021 12:54 WIB
BPS: Neraca perdagangan Desember 2020 surplus US$2,1 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2020 mengalami surplus sebesar US$ 2,1 miliar, setelah nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan nilai impor.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto memaparkan, nilai ekspor Indonesia pada Desember 2020 mencapai US$16,54 miliar atau meningkat 8,39% dibanding ekspor November 2020. Demikian juga dibanding Desember 2019 meningkat 14,63%.

Sedangkan, nilai impor Indonesia pada Desember 2020 mencapai US$14,44 miliar atau naik 14% dibandingkan November 2020. Sementara jika dibandingkan Desember 2019 turun 0,47%.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2020 mencapai US$163,31 miliar atau menurun 2,61% dibanding periode yang sama pada 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$155 miliar atau menurun 0,57%.

Sementara itu, nilai impor Januari-Desember 2020 tercatat US$141,57 miliar atau turun 17,35% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada impor migas 34,86% dan nonmigas senilai 14,78%.

“Total ekspor selama 2020 negatif 2,61%, tetapi impor kita mengalami kontraksi jauh lebih dalam, 17,34%,” katanya dalam keterangan pers virtual, Jumat (15/1).

Adapun, peningkatan ekspor Desember 2020 dibanding November 2020 disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas 7,06%, yaitu dari US$14,497 miliar menjadi US$15,520 miliar demikian juga ekspor migas naik 33,66% dari US$762,2 juta menjadi US$1,018 miliar.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2020 terhadap November 2020 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$264,2 juta atau 11,2%, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$77,7 juta atau 6,06%.

Sponsored

Dan peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor hasil minyak 72,79% menjadi US$116 juta dan ekspor minyak mentah 62,86% menjadi US$391 juta.

Sedangkan, dari sisi impor migas Desember 2020 mencapai US$1,48 miliar atau naik 36,57% dibandingkan November 2020.

Impor nonmigas Desember 2020 mencapai US$12,96 miliar atau naik 11,89% dibandingkan November 2020. Demikian pula jika dibandingkan Desember 2019 naik 4,71%.

Nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari-Desember 2020 turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi 10,93%, bahan baku/penolong 18,32%, dan barang modal 16,73%.

Berita Lainnya