sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

OJK bidik penyaluran kredit informal lewat bank wakaf

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengandalkan program Bank Wakaf yang menyasar pengusaha kecil.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 10 Des 2019 12:27 WIB
OJK bidik penyaluran kredit informal lewat bank wakaf

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peningkatan penyaluran kredit untuk sektor informal melalui Bank Wakaf untuk mendongkrak usaha mikro masyarakat. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso hingga saat ini sudah ada 55 bank wakaf dengan jumlah nasabah mencapai 24.021 orang.

"Dengan cara begitu kami harap akses keuangan bisa lebih cepat sehingga memberikan dampak positif ke pembangunan," kata Wimboh dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan silaturahmi nasional Bank Wakaf Mikro,

Wimboh mengatakan program bank wakaf tergolong unik karena lebih mengedepankan pembinaan. Setiap pekan, lanjut dia, akan ada pertemuan para anggota kelompok yang berjumlah sekitar 20 orang. Kemudian diadakan pembinaan keuangan sembari mereka melakukan pengajian. 
Pembinaan ini dipelopori oleh tokoh masyarakat di sekitar pondok pesantren.

"Kekuatan sudah ada, tinggal bagaimana menghubungkan ini menjadi satu ekosistem pembinaan mikro terutama proses penjualannya," katanya.

Pekerjaan rumah selanjutnya, kata dia, memperluas dimensi bank wakaf karena membutuhkan pembiayaan besar dan saat ini dana yang diserap merupakan donasi.

Upaya tersebut, lanjut dia, diharapkan mendukung target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) yang saat ini terealisasi sebesar Rp127,3 triliun atau 90,9% dari target tahun 2019 sebesar Rp140 triliun.

Sementara, pada 2020, pemerintah meningkatkan target penyaluran KUR mencapai Rp190 triliun.

Untuk mendukung kinerja penyaluran kredit tersebut, Wimboh menuturkan semua bank wakaf sudah digital, serta dilengkapi teknologi yang terkoneksi langsung dan dimonitor OJK.

Sponsored

"Kami akan selalu berupaya memperluas akses dan mempercepat akses dengan teknologi sehingga ke depan digitalisasi merupakan akses penting berikutnya," ujar dia. (Ant)

Berita Lainnya