sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

OJK sebut insentif fiskal Covid-19 jadi garansi buat investor

Pandemik coronavirus atau Covid-19 sudah mempengaruhi sistem keuangan dunia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 13 Mar 2020 17:05 WIB
OJK sebut insentif fiskal Covid-19 jadi garansi buat investor
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pandemik coronavirus atau Covid-19 sudah mempengaruhi sistem keuangan dunia. Gejalanya terlihat dari pelemahan pasar saham dan fluktuasi nilai tukar mata uang.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perlemahan yang terjadi di pasar keuangan disebabkan oleh meningkatnya sentimen negatif.

"Jadi, kalau penyebab turunnya indeks di pasar modal ini karena sentimen negatif, dan ini juga karena semua pasar modal di seluruh dunia saling berkaitan," ujarnya saat konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3).

Dia menjelaskan pelemahan indeks pasar saham di Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris serta negara-negara lainnya turut berdampak kepada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia.

"Dampak ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga seluruh dunia, karena semua bisnis ini saling terkait sehingga sentimennya melebar ke mana-mana," ujarnya.

Oleh karena itu, Wimboh menjelaskan, untuk mencegah sentimen negatif coronavirus tersebut semakin melebar dan menjangkiti perekonomian nasional, pemerintah mengeluarkan dua paket stimulus fiskal.

Meski tidak berdampak langsung kepada penguatan pasar saham dan pasar keuangan nasional, kata Wimboh, paling tidak dengan kebijakan yang diambil pemerintah dapat memberi rasa aman bagi investor sehingga sentimennya berubah menjadi positif.

"Jadi stimulus yang dikeluarkan ini tidak langsung kepada pasar modal, tapi kami harapkan ini bisa memberikan confidence kepada para pengusaha. Ini mempunyai ruang untuk perbaikan yg lebih cepat," jelasnya.

Sponsored

Sebelumnya, IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini (13/3), tercatat melemah 5,01% menjadi 4.650 dan membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat menahan perdagangan selama 30 menit.

Sementara dari sisi nilai tukar rupiah terhadap dolar, berdasar data dari Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI), rupiah pada pukul 10.00 wib, tercatat melemah 325 poin pada posisi Rp14.815 per dolar AS.

Berita Lainnya