logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah antisipasi inflasi pangan akibat kemarau panjang

Kemarau panjang akan berdampak pada terjadinya inflasi sektor pangan.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Rabu, 10 Jul 2019 18:10 WIB
Pemerintah antisipasi inflasi pangan akibat kemarau panjang

Pemerintah tengah melakukan antisipasi kenaikan inflasi dan ketersediaan pangan dalam menghadapi kemarau.

Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan kemarau panjang akan berdampak pada terjadinya inflasi sektor pangan. Hal tersebut disampaikan Bambang usai melakukan rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Kepala Badan Statistik Pusat (BPS) Suhariyanto.

"Padahal komponen inflasi kita kan yang paling besar pangan bergejolak. Jadi kita harus benar-benar antisipasi musim kekeringan yang sepertinya diluar kebiasaan," Kata Bambang, di Jakarta, Rabu (10/7).

Meski demikian, Bambang menjelaskan stok beras masih tetap terjaga. Hal tersebut disebabkan karena cadangan Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) yang masih relatif aman. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Statistik Pusat (BPS) Suhariyanto menjelaskan yang menjadi pokok perhatian untuk diantisipasi dalam menghadapi kemarau panjang  adalah barang volatile seperti cabai merah dan cabai rawit. 

"Ke depan kita akan menata ekosistem supaya harga itu jatuh ke konsumennya lebih rendah," Kata Suhariyanto.

Meski cadangan masih terbilang cukup, tetapi datangnya kemarau panjang perlu diantisipasi.

"Cadangan cukup tapi kita mengantisipasi, pada dasarnya oke semua, cuma kita menyiapkan,” ujarnya. 

Sponsored

Menurutnya, pihaknya akan menata ekosistem yang lebih baik, sebagai salah satu antisipasi yang akan dilakukan. Sehingga konsentrasi tidak hanya pada produksi tetapi mengatur jalur distribusi yang lebih efisien. 

"Penyiapan gudang untuk beberapa komoditas yang mudah busuk misalnya, hal hal seperti itu yang perlu kita antisipasi kedepan, kita persiapkan yang lebih matang," katanya.