Pemerintah impor 100 ribu ton jagung

Kebijakan impor ini dibahas dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Perekonomian, pada awal November lalu. 

Pemerintah impor 100 ribu ton jagung
Sejumlah pekerja merontokan biji jagung menggunakan mesin perontok di Desa Kajongan, Bojongsari, Purbalingga, Jateng, Rabu (24/10)./AntaraFoto

Pemerintah memutuskan impor jagung hingga 100.000 ton untuk pakan ternak. Kebijakan impor ini dibahas dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Perekonomian, pada awal November lalu. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membenarkan kabar tersebut sembari menambahkan bahwa jagung impor tersebut akan dijual ke peternak mandiri dengan harga terjangkau yaitu senilai Rp4.000/kilogram (kg).

"Iya benar, jagung impor akan dijual dengan harga Rp 4.000/kg dari gudang Bulog kepada peternak mandiri," ujar Mendag Enggar di Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Menurut Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar, jagung impor akan masuk dari Argentina dan Brasil pada Desember 2018 mendatang. Jagung impor tersebut bakal didatangkan ke Indonesia dalam dua tahap yaitu dimulai dari 70.000 ton dilanjutkan 30.000 ton sisanya.

Selain itu, kebijakan impor jagung ini juga dipertimbangkan dari keluhan para peternak atas melonjaknya harga jagung lokal akibat  tren iklim, dan kondisi perjagungan nasional, dikhawatirkan akan terjadi krisis pasokan jagung untuk pakan.

Hingga saat ini, tercatat bahwa harga jagung telah mencapai Rp5.300/kg menjadi indikasi minimnya ketersediaan. Sementara, kebutuhan jagung untuk bahan pakan ternak sangatlah tinggi yaitu mencapai 780 ribu ton per bulan.


Berita Terkait