sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah patok harga vaksinasi mandiri Rp500.000 per dosis

Hingga kini, telah tersedia 500.000 dari total kontrak 7,5 juta dosis Sinopharm.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 10 Mei 2021 21:31 WIB
Pemerintah patok harga vaksinasi mandiri Rp500.000 per dosis

Pemerintah menetapkan biaya vaksinasi mandiri atau gotong royong bagi swasta sebesar Rp500.000 per dosis.

"Sudah ditetapkan harga vaksin Rp375.000 per dosis ditambah distribusi dan penyuntikan Rp125.000 sehingga totalnya Rp500.000," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, usai rapat terbatas, Senin (10/5).

Hingga kini, telah tersedia 500.000 dari total kontrak 7,5 juta dosis Sinopharm, yang akan dipenuhi hingga September 2021. Pemerintah akan mendatangkan Vaksin Cansino sebanyak 5 juta dosis. 

Vaksin gotong royong diprioritaskan untuk masyarakat di zona merah, terutama perusahaan atau sektor penunjang pertumbuhan ekonomi seperti padat karya dan berisiko penularan tinggi. 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan berbagai kemungkinan dengan meningkatkan kapasitas tempat tidur (TT) di sejumlah rumah sakit jelang Idulfitri.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, sesumbar, ketersediaan tenaga kesehatan (nakes) dan obat-obatan mencukupi menjelang Idulfitri. Kemenkes pun bakal mendistribusikan obat-obatan ke daerah yang masih kurang stoknya sehingga kebutuhan tercukup sekalipun terjadi lonjakan kasus aktif usai Lebaran.

"Persiapan sudah dilakukan, tapi saya berdoa semoga (kemungkinan buruk) itu tidak terjadi," ucapnya.

"Jadi, yang status sekarang masih ada kapasitas tempat tidur RS secara umum masih dua kali lipat di atasnya sehingga kalau sampai jumlah kasus aktif meninggi lagi, masih ada kapasitas TT RS yang bisa dikonversi menjadi fasilitas Covid-19," tambahnya.

Sponsored

Berdasarkan data Kemenkes, terdapat 389.171 TT yang terdiri dari 22.042 TT di RS nasional dan 367.129 TT intensif. Sebanyak 72.794 TT di antaranya untuk perawatan pasien Covid-19, detailnya 7.539 TT rawat intensif dan 65.255 TT isolasi.

Update vaksinasi
Di sisi lain, lebih dari 21,99 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan kepada masyarakat hingga kemarin. Diklaim mengalami peningkatan kapasitas hingga 500.000 penyuntikkan per hari.

“Memang ada penurunan jumlah yang divaksin pada April lalu karena stoknya terbatas, tapi stok akan naik lagi di Mei ini," jelas Budi Gunadi.

"Maka, saya imbau kepada aparat di daerah untuk menggenjot lagi proses vaksinasi hingga akan menyentuh angka 1 juta penyuntikan per bulan di Juni 2021 mendatang," tambah bekas Wakil Menteri BUMN ini.

Dirinya pun mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta, lantaran cakupan vaksinasi bagi lansia paling tinggi. “Jadi, kami akan berikan lagi untuk suntikan golongan masyarakat umum."

"Untuk daerah lain, semoga juga termotivasi, segera selesaikan penyuntikan lansianya. Jadi, kita akan segera buka untuk masyarakat umum," tandasnya.

Berita Lainnya