logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah targetkan 2 juta motor listrik pada 2025

Kementerian Perindustrian menargetkan populasi motor listrik mencapai 20% dari total produksi sepeda motor di Indonesia.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 29 Agst 2019 15:51 WIB
Pemerintah targetkan 2 juta motor listrik pada 2025

Kementerian Perindustrian menargetkan populasi sepeda motor listrik akan mencapai 2 juta unit pada tahun 2025. Jumlah tersebut merupakan 20% dari total produksi sepeda motor di Indonesia yang akan menyentuh di angka 10 juta unit.

“Saat ini, pertumbuhan produksinya terus meningkat. Pada tahun 2018 sebesar 7 juta unit. Peningkatan produksi tersebut tidak hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri melainkan untuk memenuhi target ekspor 1 juta kendaraan di tahun 2025,” ungkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (29/8).

Airlangga mengungkapkan, industri sepeda motor merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis dan mendapat prioritas pengembangan. Hal ini karena industri sepeda motor memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

“Di tengah perlambatan pasar sepeda motor global, industri sepeda motor nasional justru mengalami peningkatan dengan mengalami pertumbuhan sebesar 14% pada semester pertama tahun 2019,” ujarnya.

Sementara itu, ekspor sepeda motor dari Indonesia pun tumbuh pesat pada tahun 2018 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 44,3% dibandingkan 2017. 

“Angka tersebut menunjukkan bahwa industri sepeda motor Indonesia telah mencapai daya saing yang cukup baik untuk pasar lokal maupun global. Kami percaya bahwa produksi dan ekspor sepeda motor akan terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Airlangga juga menuturkan, diterbitkannya Perpres 55/2019 tentang  tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan merupakan wujud konkret dari komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga kemandirian energi nasional.

Hal ini juga sekaligus perwujudan komitmen yang telah disampaikan pada UN Climate Conference, COP 21 di Paris, di mana pemerintah Indonesia diharapkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29% pada tahun 2030 tanpa bantuan internasional, dan 41% dengan bantuan internasional.

Sponsored

“Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya berbagai pilot project atau studi bersama yang dapat memberikan perspektif tentang kendaaran listrik membuat hidup lebih mudah dan tentunya juga lebih efisien. Dan, yang terpenting adalah dalam implementasinya, biayanya bisa menjadi terjangkau bagi masyarakat,” paparnya.

Airlangga juga menyebut langkah itu sejalan dengan implementasi program prioritas Making Indonesia 4.0. “Jadi, langkah strategis sudah disiapkan secara bertahap, sehingga kita bisa melompat untuk menuju produksi mobil atau sepeda motor listrik yang berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor," tuturnya.