sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pandemi, pencairan utang pinjol UMKM farmasi dan pangan naik

Beberapa platform pinjaman online mencatatkan pertumbuhan pencairan pinjaman hingga di atas 100%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 02 Jun 2020 16:56 WIB
Pandemi, pencairan utang pinjol UMKM farmasi dan pangan naik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 275213
Dirawat 61813
Meninggal 10386
Sembuh 203014

Pandemi Covid-19 telah mendatangkan kesulitan di berbagai aspek bisnis. Namun, tak sedikit yang meraih untung di tengah masa-masa sulit.

Sejumlah sektor bisnis justru menggeliat dan mencatatkan kenaikan pencairan pembiayaan di platform pinjaman online atau fintech peer to peer (P2P) lending

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat beberapa sektor yang mengalami peningkatan penyaluran pembiayaan, yakni distribusi pada healthcare, utamanya pada UMKM farmasi, obat-obatan, dan alat pendukung kesehatan. Begitu juga sektor terkait distribusi pangan, produk pertanian, makanan kemasan memiliki perkembangan positif.

Sektor telekomunikasi dan online ecosystem juga menjadi layanan yang kian banyak digunakan untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menyebut, sektor ini berpotensi terus berkembang seiring pergeseran perilaku konsumsi masyarakat.

“Di masa Covid-19 ini, beberapa platform tetap mencatatkan pertumbuhan pencairan. Dengan kekuatan inovasi produk dan adaptasi dari artificial intelligence (credit scoring) dalam pengelolaan risiko, mereka masih mencatatkan pertumbuhan spektakuler hingga lebih dari 100%,” ujar Kuseryansyah, dalam konferensi pers virtual AFPI, Selasa (2/6).

Selain itu, lanjut Kuseryansyah, peningkatan pencairan  pembiayaan tersebut juga terjadi karena dukungan dari pemberi pinjaman atau lender mereka, baik lender institusional maupun individual.

Meski demikian, menurut Kuseryansyah, secara umum terjadi penurunan pencairan pembiayaan pada sebagian besar platform penyelenggara fintech P2P lending selama pandemi.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akumulasi penyaluran pinjaman P2P lending sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia, per April 2020 naik 186% menjadi Rp106 triliun secara tahunan, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp37 triliun.

Sponsored

Kuseryansyah menuturkan industri fintech P2P lending akan menjaga kinerja pada masa pandemi ini dan selektif menyalurkan pembiayaan. AFPI memprediksi masing-masing fintech dapat menjaga peran aktif P2P lending dalam menjangkau pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh lembaga keuangan. 

Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede yakin pengajuan pinjaman bakal meningkat pada masa new normal. "Kami optimistis di masa new normal akan terjadi kenaikan dari sisi jumlah pengajuan pinjaman seiring adanya lonjakan untuk kebutuhan pinjaman," ujar dia. 

Berita Lainnya
×
img