sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penerimaan cukai capai Rp104,42 triliun, hasil tembakau kontributor terbesar

Produksi hasil tembakau hingga Juli 2021 mengalami kenaikan sebesar 2,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 26 Agst 2021 16:56 WIB
Penerimaan cukai capai Rp104,42 triliun, hasil tembakau kontributor terbesar

Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Nirwala Dwi Heryanto menyebutkan, penerimaan cukai hingga Juli 2021 telah mencapai Rp104,42 triliun.

Realisasi tersebut merupakan 57,85% dari target cukai sebesar Rp180 triliun tahun ini. Dari total realisasi tersebut, sebagian besar atau 58,27% dengan nilai Rp101,26 triliun berasal dari cukai hasil tembakau.

"Dari hasil tembakau itu sudah mencapai 58,27% dari targetnya Rp173,78 triliun atau saat ini sudah mencapai Rp101,26 triliun," katanya dalam video conference, Kamis (26/8).

Penerimaan cukai itu berkontribusi sebesar 80% terhadap total penerimaan bea dan cukai, di mana 95% di antaranya merupakan penerimaan cukai hasil tembakau.

"95% penerimaan cukai itu didominasi atau kontributor tertinggi adalah hasil tembakau," ujarnya.

Dia memaparkan, produksi hasil tembakau hingga Juli 2021 mengalami kenaikan sebesar 2,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dari total produksi 172,92 miliar batang di Juli 2020 menjadi 177,66 miliar batang di Juli 2021.

Kenaikan tertinggi terjadi pada rokok sigaret kretek tangan (SKT) sebesar 10,6% (yoy). Kenaikan ini, katanya, dipengaruhi oleh kebijakan tarif SKT yang tidak naik pada tahun ini. 

Sedangkan, jenis rokok sigaret kretek mesin (SKM) pertumbuhannya melambat, hanya 0,6% secara tahunan pada juli 2021. Sementara, rokok sigaret putih mesin (SPM) mengalami penurunan produksi sebesar 5,1%. 

Sponsored

Adapun, jika dilihat berdasarkan golongan, produksi rokok golongan I mengalami penurunan sebesar 2,8%; golongan II tumbuh 16,2%; dan golongan III tumbuh 13,5% secara tahunan.

"Artinya, kebijakan pemerintah dalam melindungi golongan II dan III berhasil, karena mereka tumbuh, tetapi pengendalian tetap berjalan karena golongan I kontribusinya hampir 85% untuk penerimaan cukainya itu sampai Juli," terangnya.

Berita Lainnya
×
tekid