sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IHSG ditutup menguat terdorong sektor aneka industri dan properti

Meski IHSG mengalami kenaikan, namun investor asing belum tentu kembali.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 11 Mei 2020 17:53 WIB
IHSG ditutup menguat terdorong sektor aneka industri dan properti
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,91% ke level 4.639 pada Senin (11/5). Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp269 miliar.

Tercatat sebanyak 6,1 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp5,7 miliar. Sektor aneka industri yang menguat 3,48% dan sektor properti yang naik 3,32% menjadi pendorong penguatan IHSG hari ini.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan, pelaku pasar saham Asia hari ini (11/%) merespons positif keputusan sebagian negara besar dalam melonggarkan aktifitas pengetatan, yang berdampak pada melambatnya perdagangan berbagai negara.

"Meskipun pelaku pasar tahu tekanan pada pertumbuhan ekonomi di kuartal II ini cukup besar, tapi kami melihat pelaku pasar lebih fokus pada seberapa besar dampak stimulus yang telah dikeluarkan dapat membantu mendongkrak perekonomian saat ini," kata Nico.

Sponsored

Sementara dari dalam negeri, lanjut Nico, pelaku pasar cukup merespons positif kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Hal ini ditandai dengan penguatan rupiah yang terjadi sejak awal April, di mana Rupiah cukup terapresiasi signifikan dari level Rp16.450 per US$ pada 1 April 2020 ke level Rp14.895 per US$ hari ini.

Meskipun demikian, kata Nico, dampak kebijakan tersebut belum cukup membuat investor asing kembali tertarik untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini terindikasi dari aliran modal pada pasar obligasi maupun saham yang masih mencatatkan nilai negatif dalam waktu satu bulan terakhir.

"Kami melihat saat ini investor asing lebih cenderung mengalokasikan asetnya pada instrumen yang dinilai lebih aman seperti Dollar Amerika dan Surat Berharga Pemerintah Amerika," tuturnya.

Berita Lainnya