sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Perusahaan milik Chairul Tanjung resmi genggam 73,7% saham Bank Harda Internasional

Dengan akuisisi ini, Mega Corpora tercatat memiliki 3,08 miliar saham dengan nominal Rp308,4 miliar. 

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 16 Mar 2021 14:08 WIB
Perusahaan milik Chairul Tanjung resmi genggam 73,7% saham Bank Harda Internasional

Perusahaan milik taipan media Chairul Tanjung, PT Mega Corpora, resmi menggenggam 73,7% saham PT Bank Harda Internasional Tbk. (BBHI) yang diakuisisi dari PT Hakimputra Perkasa. Mega Corpora tercatat memiliki 3,08 miliar saham dengan nominal Rp308,4 miliar. 

Dari data PT Datindo Entrycom selaku biro administrasi efek (BAE) menyebutkan komposisi saham per 15 Maret 2021 adalah PT Mega Corpora sebesar 73,71% dan sisanya 26,28% dimiliki pemegang saham lainnya dengan pemilikan di bawah 5%.

Tercatat, akuisisi ini dilakukan BBHI setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin akuisisi pada 10 Maret 2021. Direktur Utama Bank Harda Yohanes dalam keterbukaan informasi BEI, Sabtu (13/3) mengatakan, izin tersebut diperoleh Mega Corpora sesuai keputusan anggota dewan komisioner OJK No. Kep-40/D.03/2021 tentang Izin pengambilalihan 73,71% saham PT Bank Harda Internasional Tbk. oleh PT Mega Corpora.

"Penyelesaian transaksi pengambilalihan akan dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Yohanes.

Untuk diketahui, sesuai dengan POJK 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, OJK mewajibkan bank umum memenuhi modal inti minimum secara bertahap, yakni Rp1 triliun per 31 Desember 2021, Rp2 triliun per 31 Desember 2021 dan Rp3 triliun per 31 Desember 2022. 

Sesuai time table, setelah melakukan akuisisi, pemenuhan modal inti minimum akan dilakukan Mega Corpora melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue. Mega Corpora diasumsikan akan menggenggam 90,59% saham BBHI, jika mengambil semua saham baru yang dikeluarkan perseroan. 

Ubah model bisnis jadi bank digital

Dalam keterbukaan informasi Senin (8/3), BBHI menjelaskan akan mengubah model bisnisnya dari bank konvensional menjadi bank digital setelah diambil alih oleh Mega Corpora. 

Sponsored

"Perseroan akan menyediakan produk dan layanan perbankan digital inovatif terintegrasi dengan ekosistem CT Corpora yang memberikan solusi dan seamless customer experience bagi nasabah, serta memberikan nilai tambah yang tinggi ke seluruh pemangku kepentingan," ujar Yohanes.

Perubahan model bisnis tersebut, kata Yohanes, akan diagendakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan ditentukan kemudian. 

Adapun setelah berita akuisisi ini keluar, saham BBHI pada pembukaan perdagangan Selasa (16/3) tercatat turun ke zona merah di level Rp1.820 per saham. Saham BBHI saat ini memiliki kapitalisasi pasar Rp7,62 triliun.

Berita Lainnya