sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani perkirakan ekonomi tumbuh di bawah 6,5% kuartal III-2021 karena PPKM darurat 

Apabila PPKM berlangsung cukup lama, maka pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi akan cukup signifikan, terutama pada level konsumsi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 02 Jul 2021 13:56 WIB
Sri Mulyani perkirakan ekonomi tumbuh di bawah 6,5% kuartal III-2021 karena PPKM darurat 

Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali pada 3-20 Juli 2021, diperkirakan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2021. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, PPKM darurat berpotensi menurunkan outlook perekonomian, yang tadinya diproyeksikan akan tumbuh 6,5% di kuartal III-2021.

"Berapa nanti? Tergantung nanti, berapa lama PPKM-nya berjalan. Kalau cuma dua minggu dan efektif, maka dampaknya relatif terbatas," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (2/7).

Akan tetapi, apabila PPKM berlangsung cukup lama, maka pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi akan cukup signifikan, terutama pada level konsumsi yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apabila pertumbuhan konsumsi turun dengan adanya PPKM darurat, maka hal ini akan mempengaruhi outlook pertumbuhan ekonomi.

Sponsored

"Baseline kami di 6,5% pada kuartal III-2021 sebelum PPKM darurat. Jadi pasti nanti dengan PPKM darurat, tergantung berapa lamanya, tentu akan ada penurunan di bawah 6,5%," ujarnya.

Adapun untuk outlook pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 ini, Sri melihat hanya terjadi sedikit pelemahan pada akhir Juni. Dia optimistis outlook pertumbuhan ekonomi relatif tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan kasus Covid-19 di akhir Juni.

"Kami melihat ada sedikit pelemahan, tapiet, kita harap itu tidak berpengaruh banyak. Dengan demikian untuk kuartal II-2021, kami masih menggunakan outlook antara 7,1% hingga 7,5%," ucapnya. 

Berita Lainnya