sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bulog akan musnahkan 20.000 ton CBP stok lama

Untuk pertama kalinya, Bulog memusnahkan CBP stok lama. Sebelumnya Bulog memilih mengolahnya ketimbang memusnahkannya.

Rizki Febianto
Rizki Febianto Jumat, 29 Nov 2019 17:21 WIB
Bulog akan musnahkan 20.000 ton CBP stok lama

Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk pertama kali akan memusnahkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Rencananya, Bulog akan memusnahkan 20.000 ton beras yang merupakan stok lama. 

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Tri Wahyudi Saleh menjelaskan, 20.000 ton beras di stok CBP tersebut dimusnahkan karena melewati batas waktu simpan. Tri bilang, usia beras CBP dengan jumlah 20.000 ton tersebut lebih dari setahun. 

Selain CBP selama setahun, Tri menyebut ada pula stok beras sebanyak 100.000 ton yang juga tersimpan di gudang Bulog. Hanya saja usia simpannya baru selama empat bulan.  

Disinggung soal kemungkinan beras diolah ketimbang dimusnahkan, Tri mengatakan sebenarnya ada sejumlah opsi yang dapat dilakukan. Misalnya dengan mengolah beras menjadi tepung, turunan beras, atau dihibahkan. 

Hanya saja karena sudah hampir setahun, maka Bulog memutuskan untuk memusnahkannya. Tri menyebut, ini pertama kalinya Bulog memusnahkan CBP. Sebelumnya Bulog mengolah kembali beras yang lewat waktu simpan. 

Atas pemusnahan dan kerugian yang diterima Bulog, Tri meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan anggaran ganti rugi. 

"Karena ini uang negara, harus diganti oleh Kemenkeu," ujarnya. 

Bulog telah mengusulkan agar pemusnahan beras ini dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kemenko Perekonomian. Namun, saat ini Kemenkeu masih dalam tahap mengkaji dalam hal hukum bersama Badan Kebijakan Fisikal. 

Sponsored

Kondisi tersebut pun memakan waktu yang cukup lama. Sehingga berpotensi menambah jumlah beras yang lewat batas waktu simpan.