sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Target vaksinasi harian hanya 300.000, Sri Mulyani waspadai perekonomian 2022

Masih jauh dari target pemerintah sebesar 1 juta dosis suntikan per harinya hingga akhir tahun.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 02 Jun 2021 16:16 WIB
Target vaksinasi harian hanya 300.000, Sri Mulyani waspadai perekonomian 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan, percepatan proses vaksinasi Covid-19 menjadi faktor penentu dari pemulihan ekonomi pada tahun depan.

Pasalnya, proses vaksinasi harian baru mencapai 300.000, masih jauh dari target pemerintah sebesar 1 juta dosis suntikan per harinya hingga akhir tahun, untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

"Ini berarti kalau kita bicara 2022, kalau ini tidak terkejar akan terjadi dampak karena berarti Covid-19 masih akan terjadi elemen yang menentukan juga," katanya dalam video conference, Rabu (2/6).

Jika vaksinasi berjalan lambat dan kekebalan kelompok tak kunjung tercapai, maka tingkat confidence masyarakat akan semakin menurun dan memperlambat proses pemulihan ekonomi.

"Kita melihat secara cukup realistis kondisi 2022 yang akan dipengaruhi oleh kondisi vaksinasi dan Covid-19 yang punya korelasi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Lebih lagi, sejak libur lebaran dan Idulfitri terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 baru. Dalam kurun waktu tujuh hari terakhir angka rata-rata pertumbuhan kasus positif mencapai  5.763 kasus.

Bahkan, dia mengungkapkan tingkat keterisian wisma atlet pada saat ini sudah melonjak menjadi 33,6%, dari titik terendah di awal Mei yang hanya 15%. Tak hanya itu, beberapa daerah seperti Riau kasus hariannya melonjak tajam, juga di Aceh, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat.

"Ini harus kita betul-betul waspadai," ucapnya.

Sponsored

Bendahara negara tersebut menekankan pentingnya upaya penanggulangan Covid-19 untuk menjaga pemulihan ekonomi yang mulai tercipta. 

Hal itu tercermin dari penjualan mobil ritel tumbuh 227% (yoy), dan belanja negara juga dukungan PEN, konsumsi listrik, industri dan bisnis juga meningkat. 

Konsumsi semen turut tumbuh, PMI Mei bahkan lebih tinggi dari April 54,6 sekarang sudah di atas 55. Kemudian ekspor April tumbuh 51,9%, impor bahan baku tunjukan hal positif.

"Itu summary indikator-indikator yang gambarkan kondisi sampai akhir Mei. Suatu tren positif dan ini sesuatu sangat baik," tuturnya.

Berita Lainnya