sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

XL Axiata bidik kenaikan laba bersih 100% di semester II-2019

XL Axiata menargetkan perolehan laba bersih naik dua kali lipat dari semester I-2019.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 05 Sep 2019 16:19 WIB
XL Axiata bidik kenaikan laba bersih 100% di semester II-2019

PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menargetkan laba bersih sebesar Rp564,6 miliar pada semester II-2019 atau naik dua kali lipat dari semester I-2019 sebesar Rp282,3 miliar.

EXCL yang sebelumnya mencatatkan rugi bersih sebesar Rp87,4 miliar pada semester I-2018 serta pada tahun buku 2018 sebesar Rp3,30 triliun, mulai berbalik laba di paruh pertama 2019.

Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin mengatakan keyakinan ini didorong performa perusahaaan yang lebih tinggi daripada para pesaing mereka di industri telekomunikasi pada semester I-2019 lebih tinggi dari rata-rata industri.

"Semester I-2019 kami mencatat profit, kalau tahun lalu kami rugi. Kami harap bisa meraih lebih dari double profit di semester II-2019," kata Adlan di Jakarta, Kamis (5/9).

Adlan melanjutkan, dari sisi brand, emiten berkode EXCL ini memiliki brand XL Axiata dan Axis yang akan terus tumbuh pada semester II-2019. Selain itu, Adlan mengharapkan produk XL Prioritas mereka juga terus mengalami pertumbuhan pada paruh kedua 2019.

Kemudian dari segi ekspansi, Adlan menyebut XL telah melakukan ekspansi di luar Pulau Jawa secara menyeluruh. Ekspansi di luar Pulau Jawa ini pun akan terus dilakukan oleh XL di semester II-2019.

Untuk kinerja perseroan sepanjang semester I-2019, Adlan mengatakan XL telah menyerap 90% untuk kontrak pembelian (purchase order) dari anggaran belanja modal mereka sebesar Rp7,5 triliun.  Adlan merinci dari 90% serapan tersebut, 60% telah diserap untuk pembangunan infrastruktur XL dan sudah mulai menghasilkan.

"Sekitar 30% ini kami perkirakan akan mulai menghasilkan di kuartal III-2019," tutur Adlan.

Sponsored

Adlan mengatakan perseroan sudah mulai menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk 2020 pada semester II-2019. Namun, Adlan mengakui besaran jumlah capex 2020 tersebut belum ditentukan hingga saat ini.

Sementara, untuk kinerja perseroan tahun depan, Adlan mengatakan tergantung dari kinerja perseroan pada semester II-2019. Adlan memandang pertumbuhan industri telekomunikasi akan terus mengalami pertumbuhan, tetapi dari segi retail rata-rata mengalami penurunan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama XL Dian Siswarini mengatakan pada 2020 kompetisi antar operator akan semakin panas. Untuk menghadapi persaingan ini, kata Dian, strategi XL masih tetap pada perbaikan infrastruktur telekomunikasi dan customer management.

"Jadi kita tak mau ikutan perang harga. Kita akan tetap mempercepat pengembangan infrastruktur dan dari sisi komersial lebih ke arah permainan dua brand yang cantik dan ke arah customer valuenya," ujar Dian.

Persaingan ketat

PT XL Axiata Tbk. (EXCL) memprediksi persaingan di industri telekomunikasi akan menjadi semakin ketat pada semester II-2019.

Dian Siswarini merinci pesaing-pesaing mereka telah meluncurkan berbagai program untuk mendorong kinerja perseroan masing-masing.

Dian memprediksi Telkomsel akan semakin agresif dengan layanan keuangan digital LinkAja yang bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara).

"Lalu ada Indosat yang tahun lalu mengalami penurunan kinerja. Tahun 2019 ini kami lihat mereka punya tekanan untuk membalikkan keadaan dan sudah mulai mengikuti operator lain," kata Dian.

Kemudian untuk operator Three, Dian mengatakan sudah mulai bangkit dan melakukan ekspansi ke luar Jawa. Dian juga melihat Three masih konsisten barmain pada segmen low price.

"Sementara Smartfren, walaupun kecil mereka agresif dan mulai menggigit seperti cabe rawit," ujar Dian.

Dian melanjutkan, kompetisi di semester II-2019 akan lebih ramai, sehingga akan memaksa XL untuk lebih kreatif dan inovatif.

Dian pun mengatakan strategi XL untuk bersaing dengan operator-operator tersebut tak muluk-muluk. Langkah pertama, lanjut Dian, XL akan memperkuat jaringan mereka di luar Pulau Jawa.

Untuk memperkuat jaringan mereka, XL tahun ini telah membangun 19.000 base tranceiver station (BTS) yang rata-rata terletak di luar Pulau Jawa. BTS dari XL, kata Dian, telah mengcover 95% dari populasi Indonesia dan berada di lebih dari 440 kota/kabupaten.

Strategi selanjutnya bagi XL adalah dengan meningkatkan pengalaman pelanggan dengan mempercepat fiberisasi jaringan mereka.

"Dari sisi komersial, dua brand kami XL dan Axis akan kami optimalkan untuk meraih pangsa pasar yang berbeda," tutur Dian.