sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bupati Gowa siapkan strategi cegah lonjakan harga bahan pokok

Adnan mengatakan, ketersediaan bahan pokok di pasar sangat penting untuk menjaga stabilitas harga.

Kartiko Bramantyo Dwi Putro
Kartiko Bramantyo Dwi Putro Kamis, 06 Okt 2022 09:59 WIB
Bupati Gowa siapkan strategi cegah lonjakan harga bahan pokok

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyiapkan dua strategi mencegah lonjakan harga bahan pokok akibat inflasi, yakni memantau harga di berbagai pasar secara kontinu dan bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) yang memiliki stok berlebih. Adnan mengatakan, ketersediaan bahan pokok di pasar sangat penting untuk menjaga stabilitas harga.

“Kondisi inflasi saat ini di Indonesia sudah di angka 5%, salah satu yang mengambil peran adalah ketersediaan bahan pokok pada beberapa komoditas. Sehingga peran TPID dan kecamatan terkait sangat dibutuhkan dengan memastikan pasokan dan distribusi bahan pokok tepat sasaran,” tegasnya, dikutip Kamis (6/10).

Adnan menjelaskan, Menteri Keuangan telah mengeluarkan aturan agar mengambil 2% dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk mengendalikan inflasi, sehingga dua strategi ini pun menjadi pilihan.

“Segera Dinas Perdastri, Dinas Ketapang dan Dinas Pertanian kerjasama dengan daerah yang memiliki stok berlebihan, dengan cara membeli dan menyewa mobil untuk pendistribusian ke Gowa dan bagikan ke pasar-pasar yang stoknya kurang atau tidak ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adnan juga menginstruksikan jajarannya menyiapkan operasi pasar murah jika lonjakan harga bahan pokok terjadi.

“Serta melakukan operasi pasar untuk mengontrol pasokan dari produksi petani,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdastri) Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib menyampaikan, pihaknya segera meninjau harga di enam pasar, yakni Pasar Bu’rung-Bu’rung Pattallassang, Pasar Minasa Maupa Sombaopu, Pasar Limbung Bajeng, Pasar Malino Tiggimoncong, Pasar Sapaya Bungaya dan Pasar Malakaji Tompobulu.

“Jadi hasil survei pendataan sembilan bahan pokok di enam pasar memang ada kenaikan namun masih dalam tahap toleransi itupun pada barang tertentu, sementara untuk ketersiadaan bahan juga masih aman hingga tiga bulan ke depan,” tuturnya.

Sponsored

Andi Sura menambahkan, dirinya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bakal mengidentifikasi komoditas mana yang bisa dilakukan kerja sama dengan daerah lain agar distribusi berjalan baik.

“Terkait kerja sama antar daerah itu agar distribusi bisa berjalan dengan baik. Misalnya ada daerah yang memiliki ketersediaan dengan harga yang cenderung tidak terlalu tinggi namun jika dibawa ke Gowa akan naik karena biaya transportasi, maka peran pemerintah melakukan intervensi dengan menanggung biaya transportasinya sehingga jika sampai di Gowa harga bisa sama,” pungkasnya.

Berita Lainnya
×
tekid