logo alinea.id logo alinea.id

Empat negara Eropa sepakat terima pengungsi yang ditolak Italia

Perancis, Portugal, Spanyol dan Jerman pada Selasa setuju untuk menerima kedatangan pengungsi dari perairan Malta.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 27 Sep 2018 08:08 WIB
Empat negara Eropa sepakat terima pengungsi yang ditolak Italia

Perancis, Portugal, Spanyol dan Jerman pada Selasa mencapai kesepakatan untuk menerima kedatangan pengungsi dari perairan Malta. Hal tersebut diungkap otoritas Perancis.

Para pengungsi itu berada di kapal penyelamat Laut Tengah, Aquarius 2, yang berlayar di perairan Malta.

Kesepakatan itu dicapai setelah Italia menolak kapal tersebut berlabuh di wilayahnya.

Perjanjian di antara keempat negara tersebut menjadi kerja sama serupa kedua di antara negara Eropa sejak koalisi baru Italia pada awal tahun ini menutup pelabuhan negara itu bagi kapal pembawa pendatang, yang diselamatkan dari Laut Tengah.

Portugal mengatakan setuju menerima 10 hingga 58 pendatang dari kapal itu sebagai bagian dari kesetiakawanan atas gelombang pengungsi, yang berupaya mencapai Eropa dengan menyeberangi Laut Tengah.

Malta mengatakan pengungsi itu akan dipindahkan ke sebuah kapal patroli di perairan internasional dan dibawa ke pulau. Para petugas di pulau kemudian akan mengirim mereka ke empat negara anggota Uni Eropa.

Belum ada kejelasan soal berapa banyak pengungsi yang akan diambil oleh Spanyol dan Jerman. Namun, sumber di pemerintahan Perancis mengatakan negara itu akan menerima 18 orang.

Kantor perdana menteri Perancis mengatakan Aquarius 2, yang daftarnya dicabut oleh Panama awal pekan ini, akan berlayar ke Marseille setelah para penumpangnya diturunkan.

Sponsored

"Malta dan Perancis kembali tampil untuk menyelesaikan kebuntuan soal pengungsi tersebut," kata Perdana Menteri Malta Joseph Muscat di Twitter.

Dia menambahkan bahwa dirinya, Presiden Perancis Emmanuel Macron, dan para pemimpin negara lainnya ingin menunjukkan bahwa pendekatan multilateral adalah langkah yang memungkinkan untuk dijalankan.

Pada Minggu (23/9), Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini dari Partai Liga beraliran kanan-jauh mengatakan bahwa Aquarius telah menghalangi tugas para penjaga pantai Libya. Dia menyatakan pelabuhan Italia akan tetap ditutup.

Pada Agustus lalu, Perancis dan Malta mencapai kesepakatan untuk mengizinkan Aquarius berlabuh di pelabuhan Valletta setelah Perancis, Jerman, Luksemburg, Portugal dan Spanyol setuju untuk menerima para migran. Kesepakatan itu mengakhiri pertentangan selama lima hari di antara negara-negara Uni Eropa.

Aquarius 2 merupakan satu-satunya kapal penyelamat sukarela yang masih beroperasi di Laut Tengah bagian tengah. Kapal itu menyelamatkan pengungsi, yang kebanyakan berupaya mencapai Eropa dari Libya dengan menaiki kapal-kapal yang tidak layak berlayar serta kelebihan penumpang.

Italia menjadi jalur utama ke Eropa bagi ratusan ribu pencari suaka. Mereka tiba melalui laut sejak jalur utama lain, yaitu dari Turki ke Yunani, ditutup pada 2016. (Ant)