sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

2 kapal perang AS berlayar di Laut China Selatan, Tiongkok berang

Kapal perusak berpeluru kendali AS Preble dan Chung Hoon berlayar dalam jarak 12 mil dari Gaven dan Johnson Reefs di Kepulauan Spratly.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 06 Mei 2019 19:26 WIB
2 kapal perang AS berlayar di Laut China Selatan, Tiongkok berang

Militer Amerika Serikat mengatakan dua kapal perangnya berlayar di dekat pulau-pulau yang diklaim oleh Tiongkok di Laut China Selatan pada Senin (6/5). Langkah tersebut memicu kecaman dari Beijing di saat hubungan dua raksasa ekonomi dunia itu diselimuti ketegangan menyusul sengketa dagang.

Juru bicara militer AS mengatakan kepada Reuters bahwa kapal perusak berpeluru kendali AS Preble dan Chung Hoon berlayar dalam jarak 12 mil dari Gaven dan Johnson Reefs di Kepulauan Spratly.

"Perlintasan yang tidak salah ini adalah untuk menantang klaim maritim yang berlebihan dan menjaga akses ke perairan sebagaimana diatur oleh hukum internasional," ungkap juru bicara Armada Ketujuh Komandan Clay Doss.

Angkatan Laut China meminta kapal-kapal AS untuk pergi setelah mereka memasuki perairan yang berdekatan dengan karang Gaven dan Chigua di Kepulauan Spratly, yang disebut Beijing sebagai Nansha. 

"Tindakan kapal perang AS melanggar kedaulatan China dan merusak perdamaian, keamanan, dan ketertiban di wilayah laut terkait. China menyatakan ketidakpuasan dan pertentangan yang kuat atas operasi tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang seraya menambahkan bahwa kapal-kapal itu masuk tanpa izin.

Laut China Selatan adalah salah satu dari titik nyala dalam hubungan AS dan China selain perang dagang, sanksi AS, dan isu Taiwan.

Trump telah secara dramatis meningkatkan tekanan pada China untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan mengumumkan pada Minggu (5/5) bahwa dia akan meningkatkan bea impor China dari 10% menjadi 25%. Tidak berhenti sampai di situ, Trump juga mengancam untuk tidak akan lama lagi mengenakan bea masuk tambahan senilai US$325 miliar terhadap barang-barang China.

China mengklaim hampir seluruh wilayah di Laut China Selatan yang strategis. Selain Tiongkok, ada Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia dan Taiwan yang saling klaim di kawasan tersebut.

Sponsored

Tiongkok dan AS telah berulang kali bersitegang di masa lalu atas apa yang oleh Washington disebut sebagai militerisasi Beijing terhadap Laut China Selatan dengan membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan terumbu karang.

Bagaimanapun, China membela pembangunan tersebut sebagai upaya pertahanan diri. Mereka bersikeras mengatakan adalah AS yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di wilayah itu dengan mengirimkan kapal perang dan pesawat militer ke dekat pulau-pulau yang mereka klaim.

"China akan terus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan nasional dan menjaga perdamaian serta stabilitas di Laut China Selatan," tegas Geng Shuang sambil mendesak AS untuk menghentikan tindakan provokatif seperti itu.

Bulan lalu, China mengatakan bahwa kebebasan navigasi tidak boleh digunakan untuk melanggar hak-hak negara lain.

Pada Januari, Kementerian Luar Negeri China mengajukan protes keras kepada AS setelah kapal AL AS berlayar di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan. (Al Jazeera)