sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

8 pesawat milik Rusia di markas udara Krimea hancur

The Guardian melaporkan, pemerintah Ukraina membantah bertanggung jawab atas serangan ini.

Aditya Putera Pratama
Aditya Putera Pratama Kamis, 11 Agst 2022 12:46 WIB
8 pesawat milik Rusia di markas udara Krimea hancur

Konflik dari ketegangan Russia-Ukraina masih berlanjut. Kali ini, markas udara milik Rusia di wilayah Krimea menjadi sasaran. Kejadian ini sendiri, sebagai bentuk baru bentuk kontak senjata dari Rusia dan Ukraina pada saat ini. Hal tersebut juga, mengejutkan warga sipil yang ada di sekitar wilayah tersebut.

Dikutip dari BBC News, markas udara yang bernama Saky Base diduga diserang melalui udara, dan menghancurkan markas udara ini. Dalam laporan ini yang berdasarkan citra satelit melaporkan, ada delapan pesawat hancur dan landasan pacunya masih terlihat utuh. Pesawat yang hancur ini terparkir di lapangan udara, dan jauh dari hangar markas.

Sementara The Guardian melaporkan, pemerintah Ukraina membantah bertanggung jawab atas serangan ini. Untuk korban sementara dilaporkan ada 14 orang terluka dan satu orang tewas dalam serangan ini. Pesawat yang rusak sering melakukan patroli di sekitar wilayah laut hitam.

Markas ini merupakan tempat bagi beberapa pesawat, dengan jenis Su-30M fighters, Su-24 bombers, dan the Il-76 transporter yang biasanya digunakan untuk peluncuran misil udara. Hasil dari serangan ini, menyebabkan pengurangan alutista udara dari Russia.

Sponsored

Sedangkan AP News melaporkan, warga sipil di sekitar lokasi sangat takut akan serangan ini. Pemimpin wilayah Krimea  Sergei Aksyoov mengukapkan, sekitar 250 penduduk di wilayah ini dipindahkan ke perumahan sementara dikarenakan bangunan milik penduduk tersebut rusak. Mengenai pesawat-pesawat yang tidak rusak sudah dipindahkan.

Wilayah Krimea memang menjadi masih wilayah sengketa. Perebutan ini juga memang sudah lama terjadi. Ditambah lagi adanya ketegangan antara Rusia-Ukraina yang masih terjadi saat ini, membuat keadaan semakin memburuk. Walaupun masih dalam wilayah Ukraina secara geografis. Namun, Russia mengklaim bahwa wilayah ini adalah masih dalam wilayah Russia.

Ketegangaan yang terjadi masih terus berlanjut, dan tidak ada titik terang dari kedua negara. Masih banyaknya kemungkinan konflik yang akan terjadi, seakan-akan membuat belum ada titik temu dalam upaya perdamaian. Harapan bagi Ukraina untuk bisa kembali normal, sepertinya masih jauh dari harapan.

Berita Lainnya
×
tekid