sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Arab Saudi bela dukungannya terhadap China

Pembelaan Arab Saudi sendiri kontradiktif dengan isi surat dukungan terhadap China.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 19 Jul 2019 12:11 WIB
Arab Saudi bela dukungannya terhadap China

Arab Saudi pada Kamis (18/7) mengungkap pembelaan atas keputusannya menandatangani surat bersama dengan 36 negara lainnya untuk mendukung kebijakan China di Xinjiang. Laporan PBB menyebut, setidaknya 1 juta etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya ditahan di provinsi itu.

China telah menuai kecaman karena mendirikan kompleks-kompleks penahanan di Xinjiang. Tiongkok menggambarkan fasilitas itu sebagai pusat pelatihan pendidikan yang membantu menghilangkan bibit ekstremisme dan memberi keterampilan kepada masyarakat .

Pekan lalu, 22 negara melayangkan surat kepada Presiden Dewan HAM PBB Coly Seck dan Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet yang isinya mendesak China mengakhiri penahanan massal di Xinjiang. 

Merespons hal tersebut, Arab Saudi, Rusia dan 35 negara lainnya juga menulis surat yang isinya memuji apa yang mereka sebut sebagai prestasi luar biasa China di bidang HAM.

Ditanyai terkait dukungan Arab Saudi terhadap China, Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdallah al-Mouallimi menjelaskan bahwa surat yang mereka tandatangani hanya bicara tentang perkembangan pembangunan China, bukan hal lain.

"Tidak ada yang lebih peduli dengan status muslim di mana saja di dunia selain Arab Saudi," tutur al-Mouallimi. "Apa yang kami sampaikan di dalam surat itu adalah bahwa kami mendukung kebijakan pembangunan China yang telah mengangkat orang keluar dari kemiskinan."

Bertentangan dengan pernyataan al-Mouallimi, salinan surat itu sendiri mengungkap bahwa keamanan di Xinjiang telah kembali dan HAM dari seluruh kelompok etnis di sana telah dilindungi.

"Menghadapi tantangan besar terorisme dan ekstremisme, China telah melakukan serangkaian tindakan antiterorisme dan deradikalisasi di Xinjiang, termasuk mendirikan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan," demikian bunyi surat tersebut.

Sponsored

Direktur Human Righth Watch PBB Louis Charbonneau menuturkan bahwa penjelasan al-Mouallimi merupakan tamparan bagi wajah umat muslim yang dianiaya di China. "Tidak akurat sampai pada titik absurditas." 

Pada awal bulan ini, tepatnya selama pertemuan DK PBB yang tertutup, AS dan Jerman mengecam China atas pusat-pusat penahanan. Dan menanggapi hal tersebut, China menuturkan bahwa mereka tidak punya hak untuk mengangkat masalah ini di DK PBB mengingat ini adalah persoalan internal negaranya. 

Pada Juni, AS, Inggris dan sejumlah negara Barat lainnya menyatakan keberatan atas kunjungan kepala kontraterorisme PBB ke Xinjiang. Mereka khawatir bahwa kunjungan tersebut akan mengonfirmasi argumen China bahwa yang terjadi adalah penanganan terorisme.

Sumber : Reuters