sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

AS: Iran tewaskan lebih dari 1.000 pemrotes

Hingga kini Iran belum mengumumkan angka kematian resmi dalam protes menentang kenaikan harga BBM.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 06 Des 2019 12:07 WIB
AS: Iran tewaskan lebih dari 1.000 pemrotes

Utusan khusus Amerika Serikat untuk Iran Brian Hook pada Kamis (5/12) mengklaim bahwa pasukan keamanan Iran kemungkinan besar telah menewaskan lebih dari 1.000 pedemo sejak protes pecah di negara itu pada November.

Dia menambahkan, ribuan orang terluka dan setidaknya 7.000 lainnya ditahan dalam unjuk rasa yang menentang kenaikan harga BBM tersebut.

"Ketika kebenaran mulai terungkap, tampaknya rezim Iran membunuh lebih dari 1.000 warganya sejak protes dimulai," kata Hook dalam pengarahan media di Kementerian Luar Negeri AS.

Hook menyebut, setidaknya puluhan anak-anak termasuk dalam jumlah korban tewas tersebut. Dia menyatakan bahwa angkanya belum pasti karena Teheran memblokir informasi.

Unjuk rasa di Iran dimulai pada 15 November setelah pemerintah tiba-tiba mengumumkan kenaikan harga BBM sebesar 300% dari harga normal. Protes kemudian menyebar ke lebih dari 100 kota dan berubah menjadi gerakan politik ketika para pemrotes muda serta kelas pekerja menuntut para pemimpin negara untuk mundur.

Hingga kini Teheran belum mengumumkan angka kematian resmi, tetapi Amnesty International pada Senin (2/12) menyatakan bahwa pihaknya mencatat setidaknya 208 pemrotes tewas.

Para ulama di Iran menyalahkan musuh asing negara itu, termasuk AS, Israel, dan Arab Saudi, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut.

Perjuangan rakyat Iran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi lebih sulit sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir dengan Teheran dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan ekonomi nasional.

Sponsored

Hook juga menyampaikan bahwa pada 25 November, kapal perang Angkatan Laut AS mencegat kapal yang membawa sejumlah suku cadang rudal yang diyakini terkait dengan Iran. Menurutnya, hal itu merupakan bukti dari upaya Teheran untuk mengobarkan konflik di kawasan.

"Kami menyita sejumlah senjata dan bagian rudal yang berasal dari Iran," kata dia seraya menambahkan bahwa kapal itu berlayar menuju Yaman.

Dalam beberapa tahun terakhir, kapal perang AS telah mencegat dan menyita senjata Iran yang kemungkinan dikirim untuk mempersenjatai kelompok pemberontak Houthi di Yaman.

Di bawah resolusi PBB, Teheran dilarang memasok, menjual, atau mengirim senjata ke luar negeri kecuali disetujui oleh Dewan Keamanan PBB. Dan resolusi PBB lainnya telah melarang pihak mana pun untuk memasok senjata kepada Houthi.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya