sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China laporkan 4 kasus baru infeksi Covid-19

Hingga kini ada 82.971 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi China.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 22 Mei 2020 10:21 WIB
China laporkan 4 kasus baru infeksi Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 123503
Dirawat 38539
Meninggal 5658
Sembuh 79306

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan empat kasus baru infeksi coronavirus baru Covid-19, Jumat (22/5) waktu setempat. Masing-masing dua kasus berasal dari penularan domestik dan kasus impor.

Jumlah kasus harian terbaru membuat total infeksi di "Negeri Tirai Bambu" menjadi 82.971. Sementara itu, tidak ada kematian baru yang dilaporkan.

Dari 82.971 kasus positif Covid-19, 4.634 pasien meninggal dan 78.255 lainnya dinyatakan sembuh.

Adapun 35 kasus tanpa gejala (OTG) baru dilaporkan pada Minggu. NHC menyatakan, saat ini OTG dalam pengamatan medis menjadi 365, di mana 26 di antaranya adalah kasus impor.

China daratan tidak mencantumkan orang yang dites positif tetapi tidak menunjukkan gejala klinis, seperti demam dan batuk, dalam penghitungan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Bantah Trump
Di sisi lain, China membantah tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyebut negaranya bertanggung jawab atas "pembunuhan massal" di seluruh dunia akibat Covid-19.

Ketegangan antara Washington dan Beijing meningkat tajam sejak pandemi pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, China, pada akhir 2019. Sejak itu, Trump melontarkan tudingan berkali-kali ke China, seperti menutup-nutupi bahaya SARS-CoV-2.

"Kami terus menyatakan dan menyajikan kebenaran, kami melakukan yang terbaik untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat," tutur Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Zhao Lijian, merespons tudingan Trump.

Sponsored

Zhao kembali menegaskan, China selalu terbuka, transparan, dan bertanggung jawab dalam perang melawan pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, negaranya telah melakukan yang terbaik untuk mempromosikan kerja sama internasional untuk mengatasi dampak Covid-19. (Reuters, CGTN, dan SBS News)

Berita Lainnya