sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China luncurkan kampanye nasional pro-lingkungan

Kampanye itu akan menggunakan metode tradisional mobilisasi Partai Komunis untuk mengubah perilaku individu.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 07 Nov 2019 11:43 WIB
China luncurkan kampanye nasional pro-lingkungan

China meluncurkan kampanye "green living" pada Rabu (6/11) untuk mendesak warganya mengurangi limbah, menghemat air dan menanam pohon. Langkah itu merupakan upaya untuk membalikkan kerusakan lingkungan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Pemerintah tidak merinci target yang ingin mereka raih. Sementara, kampanye itu akan menggunakan metode tradisional mobilisasi Partai Komunis untuk mengubah perilaku individu daripada menindak perusahaan seperti di masa lalu.

Pada 2020, lebih dari 60% rumah tangga diharapkan untuk terlibat dalam kampanye "green living" dengan menanam pohon, melindungi satwa liar dan mengurangi limbah plastik.

Partai Komunis dan kementerian lainnya juga akan diharuskan untuk mendaur ulang, menggunakan kendaraan berenergi baru dan mengurangi penggunaan kertas di kantor. Sementara itu, sekolah-sekolah diharapkan mewujudkan ruang hijau di sekitar sekolah.

Distrik perumahan di perkotaan diminta untuk menciptakan lingkungan layak huni dan meningkatkan ruang hijau, serta pusat perbelanjaan akan didorong untuk mengurangi sampah dan mempromosikan pola konsumsi ramah lingkungan.

China adalah negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, hal yang disebut sebagai penyebab pemanasan global. Tiongkok telah berperang melawan polusi serta memodernisasi ekonomi industrinya dalam upaya mengurangi emisi dan membersihkan lingkungan.

Selain meluncurkan serangkaian kampanye melawan pencermaran lingkungan oleh korporasi, Beijing telah membangun infrastruktur dan menciptakan insentif untuk mengolah limbah. China sedang membangun 100 pangkalan daur ulang baru yang akan selesai pada akhir 2020.

Ada pun Shanghai, salah satu kota terbesar di China, telah meluncurkan serangkaian inisiatif baru yang bertujuan memperbaiki lingkungannya, menjadikannya yang pertama di negara itu yang mewajibkan penduduknya memilah sampah mereka sendiri sebelum didaur ulang.

Sponsored