logo alinea.id logo alinea.id

China minta Turki dukung upaya melawan kelompok radikal di Xinjiang

Wang meminta Turki mendukung upaya China untuk memerangi gerilyawan Turkistan Timur dan menjaga kerja sama strategis antara dua negara.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 17 Mei 2019 17:20 WIB
China minta Turki dukung upaya melawan kelompok radikal di Xinjiang

Bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Turki Sedat Onal di Beijing, Menteri Luar Negeri China Wang Yi meminta Ankara untuk mendukung perjuangannya melawan gerilyawan di Xinjiang.

Hal itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (16/5) malam waktu setempat. "China selalu menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Turki, serta mendukung upaya pihak Turki untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional," jelas Wang dalam pernyataan itu.

Wang meminta Turki mendukung upaya China untuk memerangi gerilyawan Turkistan Timur dan menjaga kerja sama strategis antara dua negara.

Lebih lanjut lagi, Wang berharap Turki dapat dengan sungguh-sungguh menghormati kepentingan China dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

China menyalahkan kelompok yang disebut Gerakan Islam Turkistan Timur atas serangan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Xinjiang. Namun, banyak pakar asing meragukan klaim China dan mempertanyakan apakah kelompok itu benar-benar pihak yang pantas disalahkan.

Dalam pertemuan dengan Wang, Wamenlu Onal menyampaikan bahwa Turki mendukung upaya China untuk melindungi keamanan nasional dan memerangi radikalisme. Selain itu, Onal menyatakan, Turki bersedia untuk memperdalam kerja sama dengan China.

China menghadapi kritik internasional atas apa yang disebut pemerintah sebagai pusat pendidikan vokasi untuk memerangi radikalisme dan ekstremisme di Xinjiang, rumah bagi penduduk etnis Uighur.

Berlawanan dengan klaim China, banyak negara Barat dan organisasi HAM internasional justru menganggapnya sebagai kamp-kamp interniran.

Sponsored

Turki adalah satu-satunya negara mayoritas muslim yang secara teratur menyatakan keprihatinan tentang situasi Xinjiang. Keprihatinan itu kembali mereka suarakan dalam sidang Dewan HAM PBB pada akhir Februari di mana Turki dan Inggris mengangkat isu penindasan yang dialami etnis Uighur di Xinjiang.

Beijing membantah kritik dunia, menegaskan bahwa upaya deradikalisasi di Xinjiang telah membawa stabilitas dan mengurangi kekerasan dalam dua tahun terakhir.

Sumber : Reuters