sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China usir 3 jurnalis Wall Street Journal

Pengusiran ini dipicu oleh artikel opini yang diterbitkan WSJ pada 3 Februari. Menurut Beijing artikel tersebut berbau rasialis.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 19 Feb 2020 18:51 WIB
China usir 3 jurnalis Wall Street Journal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Kementerian Luar Negeri China pada Rabu (19/2) mengumumkan bahwa mereka akan mencabut kredensial pers milik tiga wartawan Wall Street Journal (WSJ). Pengusiran ini dipicu oleh artikel opini yang diterbitkan WSJ pada 3 Februari yang menurut Beijing berbau rasialis.

Kredensial pers merupakan dokumen resmi yang dibutuhkan jurnalis asing untuk bekerja di negara itu.

Artikel bertajuk "China is the real sick man of Asia" tersebut mengkritik tanggapan awal pihak berwenang China terhadap wabah coronavirus jenis baru. Artikel yang menjadi tajuk utama itu ditulis oleh akademisi Amerika Serikat, Walter Russell Mead.

"Para editor (WSJ) menggunakan judul yang diskriminatif dan rasialis, memicu kemarahan dan kecaman dari rakyat China dan masyarakat internasional," tutur juru bicara Kemlu China Geng Shuang dalam jumpa pers.

Dalam artikel tersebut, WSJ menilai bahwa tanggapan awal pihak berwenang China terhadap penyebaran coronavirus tidak transparan dan hanya memprioritaskan kepentingan pemerintah.

"Sayangnya, sejauh ini WSJ tidak berani bertanggung jawab. Mereka tidak mengeluarkan permintaan maaf resmi ... Dengan demikian, diputuskan bahwa mulai hari ini, surat kredensial tiga jurnalis WSJ akan dicabut," lanjut Geng.

Selain rasialis, artikel itu dianggap meremehkan upaya China memerangi wabah coronavirus jenis baru.

"Rakyat Tiongkok tidak akan menerima media yang mempublikasikan pernyataan rasialis dan menyerang China," tegas dia.

Sponsored

WSJ menyatakan bahwa ketiga jurnalisnya diberikan waktu lima hari untuk angkat kaki dari China. Dua di antara wartawan WSJ adalah warga negara Amerika Serikat, yaitu Josh Chin dan Chao Deng. Seorang lainnya, Philip Wen, adalah warga Australia.

The Foreign Correspondents Club of China (FCCC), asosiasi jurnalis asing yang berbasis di Beijing, menggambarkan keputusan itu sebagai upaya terang-terangan otoritas Tiongkok untuk mengintimidasi media asing.

"Anggota FCCC dan rekan-rekan kami di China menderita dengan semakin seringnya terjadi pelecehan, pengawasan, dan intimidasi dari pihak berwenang. Pengusiran tiga wartawan WSJ adalah langkah paling mengkhawatirkan yang diambil pihak berwenang," jelas FCCC dalam pernyataannya.

Langkah Beijing terjadi kurang dari sehari setelah Washington mengumumkan akan memperlakukan lima entitas media China yang beroperasi di negara itu sebagai perpanjangan tangan pemerintah Tiongkok. Keputusan AS akan berlaku bagi kantor berita Xinhua, China Global Television Network, China Radio International, People's Daily, dan China Daily.

Perubahan itu berarti kelima perusahaan media China akan memerlukan persetujuan pemerintah AS untuk membeli atau menyewa properti serta harus menyerahkan daftar nama karyawan ke Kemlu AS. 

Kemlu China menyebut keputusan itu tidak masuk akal dan tidak dapat diterima.

Tahun lalu, China menolak untuk memperpanjang surat kredensial dari seorang reporter WSJ lainnya, Chun Han Wong, setelah dia menerbitkan artikel mengenai aktivitas bisnis sepupu Presiden China Xi Jinping. (BBC dan CNN)

Berita Lainnya