sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19 di India tembus 500.000 kasus

India menjadi negara keempat tertinggi penularan Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 27 Jun 2020 20:46 WIB
Covid-19 di India tembus 500.000 kasus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 59394
Dirawat 29740
Meninggal 2987
Sembuh 26667

Otoritas kesehatan India menyatakan, lebih dari 500.000 kasus infeksi coronavirus baru (Covid-19) di negara, Sabtu (27/6). Dalam 24 jam terakhir, mencatat rekor terbesar yakni 18.500 kasus baru.

Pihak berwenang mencatat, 385 kematian baru membuat total fatalitas akibat Covid-19 di India menjadi 15.685.

Sejumlah pakar kesehatan nasional memperkirakan, pandemi akan mencapai puncaknya dalam beberapa pekan mendatang. Mereka menilai, jumlah kasus infeksi di dalam negeri bisa melewati sejuta sebelum akhir Juli.

Sejumlah otoritas negara bagian sedang mempertimbangkan menerapkan kebijakan karantina wilayah (lockdown). Lockdown skala nasional yang diberlakukan pada 25 Maret telah dilonggarkan secara bertahap untuk mengatasi dampak ekonomi.

Covid-19 merebak luas di kota-kota padat di India dengan New Delhi kini mencatat hampir 80.000 kasus infeksi.

Pihak berwenang Kota New Delhi memprediksi, daerahnya akan mencatat total 500.000 infeksi pada akhir Juli. Untuk mengatasi lonjakan pasien Covid-19, otoritas setempat telah menggunakan gerbong kereta api untuk menampung pasien dan mengubah sejumlah hotel menjadi rumah sakit sementara.

Dalam meningkatkan pelacakan jejak infeksi, pihak berwenang New Delhi mengerahkan 33.000 petugas kesehatan untuk menguji sekitar dua juta orang di kota tersebut.

Kasus infeksi Covid-19 di India merupakan yang tertinggi keempat di dunia, di belakang Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia.

Sponsored

Pakar kesehatan terkemuka, Anant Bhan, menilai, kota-kota padat lainnya harus bersiap mengalami lonjakan infeksi besar-besaran beberapa minggu mendatang.

"Tidak seperti China, di mana pandemi relatif terkonsentrasi di sekitar Wuhan dan beberapa kota lain, virus ini jauh lebih merebak di India," kata dia. (France 24)

Berita Lainnya