sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Covid-19: Gubernur California perintahkan warga tetap di rumah

Amerika Serikat mendeteksi lebih dari 14.200 kasus positif Covid-19 dengan lebih dari 200 orang meninggal.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 20 Mar 2020 17:43 WIB
Covid-19: Gubernur California perintahkan warga tetap di rumah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Negara bagian terpadat di Amerika Serikat, California, memerintahkan hampir 40 juta penduduknya untuk tinggal di rumah demi mencegah penyebaran coronavirus jenis baru. Perintah Gubernur Gavin Newscom tersebut menandai pembatasan pertama di seluruh negara bagian yang diterapkan di AS.

Pembatasan akan mulai berlaku pada Kamis (19/3) tengah malam, dengan layanan penting seperti SPBU, apotek, toko kelontong, pasar, bank makanan, toko serba ada, dan restoran dengan layanan pesan-antar dikecualikan. Demikian pula dengan bank, kantor layanan daerah dan lembaga penegak hukum.

Sementara itu, layanan restoran makan di tempat, bar, pusat kebugaran, dan pusat konvensi akan ditutup.

Dikutip dari CNN, setidaknya 900 orang dinyatakan positif Covid-19 di California. Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya meninggal.

Pembatasan tersebut, yang akan tetap diberlakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut, datang sehari setelah Newsom memperingatkan bahwa lebih dari setengah populasi di negara bagian itu diperkirakan terinfeksi Covid-19 dalam waktu dua bulan.

Perintah Newsom juga datang setelah dia meminta Presiden Donald Trump mengirim kapal medis Angkatan Laut AS demi memberi lebih banyak pilihan perawatan kesehatan. 

"Kami memproyeksikan bahwa sekitar 56% dari populasi di negara bagian kami akan terinfeksi virus dalam periode delapan minggu," ungkap Newsom dalam suratnya kepada Trump yang meminta agar USNS Mercy Hospital Ship segera bersandar di Los Angeles untuk digunakan sampai 1 September.

Lebih lanjut Newsom menuturkan bahwa warga California dapat berpartisipasi mencegah penyebaran Covid-19 selama menerapkan social distancing.

Sponsored

"Jalani pola-pola penting, tapi lakukan itu sembari tetap mempraktikkan social distancing dan masuk akal," kata dia. "Tetap di rumah bukanlah pilihan yang saya inginkan, tetapi itu perlu dilakukan. Situasi seperti ini tidak permanen."

Newsom menggarisbawahi bahwa perintahnya tidak akan diawasi oleh penegak hukum.

"Saya tidak percaya masyarakat California perlu diberitahu lewat penegakan hukum bahwa tepat untuk tetap tinggal di rumah, melindungi diri mereka sendiri," tutur Newsom. "Kami yakin bahwa orang-orang di Negara Bagian California akan mematuhinya dan melakukan hal yang benar."

Kementerian Luar Negeri AS sendiri pada Kamis telah menaikkan travel advisory-nya ke level empat, yang menggarisbawahi peringatan bagi warga negara AS untuk tidak boleh bepergian ke mana pun di dunia menyusul gangguan yang dipicu oleh pandemi coronavirus jenis baru.

"Di negara-negara di mana opsi keberangkatan komersial masih tersedia, warga negara AS yang tinggal di AS harus mengatur untuk segera kembali ke AS, kecuali mereka siap untuk tetap di luar negeri dalam jangka waktu yang tidak ditentukan," demikian seperti dikutip dari laman web Kementerian Luar Negeri AS.

Pada 14 Maret, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan telah mengizinkan agar sejumlah personel berikut anggota keluarganya di sejumlah pos diplomatik atau konsuler di seluruh dunia yang berisiko lebih tinggi untuk meninggalkan pos. Hal ini dapat membatasi kemampuan pelayanan Kedubes dan konsulat AS.

Warga negara AS yang memutuskan untuk bepergian ke luar negeri atau sudah di luar AS pun diminta memiliki rencana perjalanan yang tidak bergantung pada pemerintah AS untuk bantuan.

Negeri Paman Sam mendeteksi lebih dari 14.200 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, lebih dari 200 orang meninggal dan lebih dari 120 orang dinyatakan sembuh.

Pecah kongsi di partai Tommy

Pecah kongsi di partai Tommy

Rabu, 01 Apr 2020 06:01 WIB
Memetik laba di tengah pandemi corona

Memetik laba di tengah pandemi corona

Selasa, 31 Mar 2020 17:51 WIB
Nasib pekerja informal yang di ujung tanduk

Nasib pekerja informal yang di ujung tanduk

Senin, 30 Mar 2020 06:10 WIB
Berita Lainnya