sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dirjen WHO: Situasi Covid-19 di India memilukan

Dia berjanji WHO akan segera membantu India mengatasi krisis pandemik di dalam negeri.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 27 Apr 2021 15:19 WIB
Dirjen WHO: Situasi Covid-19 di India memilukan

Direktur Jendral Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (26/4) menyuarakan kekhawatiran atas gelombang kasus Covid-19 yang memecahkan rekor dan fatalitas di India.

Dia menyatakan, WHO harus segera membantu India mengatasi krisis tersebut.

"Situasi di India sangat memilukan," kata Tedros kepada wartawan.

Komentarnya muncul ketika India memerangi gelombang infeksi Covid-19 yang telah membanjiri rumah sakit dan memaksa krematorium bekerja dengan kapasitas maksimal.

Lonjakan infeksi dalam beberapa hari terakhir telah membuat sejumlah keluarga pasien turun ke media sosial untuk meminta pasokan oksigen dan lokasi tempat tidur rumah sakit yang tersedia.

Gelombang pandemik tersebut juga telah memaksa Ibu Kota New Delhi untuk memperpanjang lockdown selama seminggu ke depan.

"WHO akan melakukan segala yang kami bisa, menyediakan peralatan dan pasokan penting," lanjut Tedros.

Dia mengatakan, badan kesehatan PBB itu antara lain berencana mengirimkan ribuan oksigen konsentrator, rumah sakit lapangan bergerak, serta persediaan laboratorium.

Sponsored

WHO juga mengatakan telah memindahkan lebih dari 2.600 ahli dari berbagai program, termasuk polio dan tuberkulosis, untuk bekerja dengan otoritas kesehatan India guna membantu menanggapi pandemik.

Negara berpenduduk 1,3 miliar itu telah menjadi hotspot terbaru dari pandemik yang telah menewaskan lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia, bahkan ketika negara-negara yang lebih kaya mengambil langkah menuju normalitas dengan mempercepat program vaksinasi.

AS dan Inggris mengirimkan ventilator dan bahan baku vaksin untuk membantu India mengatasi krisis pandemik, sementara sejumlah negara lain juga menjanjikan akan memberikan bantuan lainnya.

Sejak virus yang menyebabkan Covid-19 pertama kali muncul di China pada akhir 2019, penyakit itu telah menewaskan lebih dari 3,1 juta orang dari setidaknya 147 juta yang terinfeksi.

Tedros pada Senin menyesalkan bahwa jumlah kasus baru global telah meningkat selama sembilan minggu terakhir berturut-turut.

"Singkatnya, ada hampir banyak kasus di seluruh dunia minggu lalu seperti dalam lima bulan pertama pandemik," jelas dia.

Amerika Serikat tetap menjadi negara yang paling parah terkena dampak, dengan sekitar 572.200 kematian dan lebih dari 32 juta infeksi, diikuti oleh Brasil dan Meksiko.

Namun, India, di tempat keempat, dalam beberapa hari terakhir telah menjadi penyumbang terbanyak jumlah kasus infeksi secara global.

Sumber : Hindustan Times

Berita Lainnya