sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

India gelar pemilu terbesar di dunia pada hari ini

Pemilu India akan berlangsung dalam tujuh fase, dimulai pada hari ini dan berakhir pada 19 Mei. Hasilnya akan diumumkan pada 23 Mei.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 11 Apr 2019 15:46 WIB
India gelar pemilu terbesar di dunia pada hari ini

India telah memulai fase pertama pemungutan suara dari tujuh fase yang akan dilewati dalam pemilu 2019. Puluhan juta warga India di 20 negara bagian dan sejumlah wilayah persatuan akan memberikan suara mereka pada pemilu majelis rendah kali ini.

Lok Sabha, sebutan bagi majelis rendah, memiliki 543 kursi dan partai atau koalisi apa pun perlu meraih minimal 272 kursi untuk membentuk pemerintahan.

Karena banyaknya petugas pemilu dan petugas keamanan yang terlibat, pemungutan suara akan berlangsung dari 11 April hingga 19 Mei. Hasilnya akan diumumkan pada 23 Mei.

Bharatiya Janata Party (BJP), partai yang mendukung Perdana Menteri India Narendra Modi, merupakan partai yang berkuasa setelah menang telak pada Pemilu 2014.

BJP berupaya untuk mempertahankan kekuasaan, tetapi mereka menghadapi tantangan dari partai-partai lain yang salah satunya merupakan Partai Kongres yang dipimpin oleh Rahul Gandhi, politikus muda dari trah Gandhi.

Rahul adalah cucu dari Indira Gandhi dan cicit dari Jawaharlal Nehru.

Ratusan pemilih mulai mengantre di luar TPS pada Kamis (11/4) pagi waktu setempat. Di negara bagian Assam, pemilih mulai berbaris sekitar satu jam sebelum pemungutan suara resmi dimulai.

Para pemilih di Baraut, mendapat sambutan bak keluarga kerajaan dengan siraman kelopak bunga dan iringan tabuhan drum.

Sponsored

Di negara bagian Chhattisgarh, terjadi ledakan yang bersumber dari improvise explosive device (IED) di dekat TPS sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat. Sejauh ini belum ada korban luka yang dilaporkan. 

Pelaku diduga berasal dari Partai Komunis India (Maois).

Selama lebih dari tiga dekade, India telah menyaksikan konflik bersenjata dan serangan oleh pemberontak Maois terhadap otoritas keamanan negara. Pada Selasa (9/4), seorang anggota parlemen negara bagian tewas dalam serangan yang diduga dilakukan oleh pemberontak.

Beberapa pengamat menganggap pemilu kali ini sebagai yang terpenting selama beberapa dekade terakhir.

PM Modi, yang menggambarkan diri sebagai pemimpin tangguh, tetap menjadi andalan BJP untuk menggalang suara.

Namun, para kritikus menilai janjinya terkait pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja belum memenuhi ekspektasi. India justru menjadi lebih terpolarisasi secara agama di bawah kepemimpinannya.

Seberapa besar Pemilu India?

Secara keseluruhan, terdapat 900 juta warga di atas 18 tahun yang berhak memberikan suara di satu juta TPS yang tersebar di seluruh India.

Pada pemilu lalu, persentase pemilih yang memberikan suara hanya menyentuh 66%.

Melihat sejarah, pemilu pertama pada 1951-1952 memerlukan waktu tiga bulan untuk rampung. Kemudian antara 1962 hingga 1989, pemilu kelar dalam empat hingga 10 hari. 

Pemilu selama empat hari pada 1980 adalah yang tersingkat di negara itu.

Pada Kamis, sejumlah negara bagian yang mendapat giliran menggelar pemilu adalah Andhra Pradesh, Arunachal Pradesh, Assam, Bihar, Chhattisgarh, Jammu dan Kashmir, Maharashtra, Manipur, Meghalaya, Mizoram, Nagaland, Odisha, Sikkim, Telangana, Tripura, Uttar Pradesh, Uttarakhand, Benggala Barat, Kepulauan Andaman dan Nikobar, serta Lakshadweep.

Pemungutan suara di sejumlah negara bagian, seperti Andhra Pradesh dan Nagaland, dijadwalkan untuk selesai dalam satu hari. Namun, negara bagian lainnya, seperti Uttar Pradesh, akan menggelar pemilu dalam beberapa tahap.

Isu utama

Ratusan juta orang India telah keluar dari kemiskinan sejak pergantian milenium, tetapi negara itu tetap menghadapi tantangan besar.

Di bawah kepemimpinan Modi, negara dengan ekonomi terbesar keenam di dunia itu dinilai telah kehilangan momentumnya. Meskipun PDB tahunan telah bertumbuh sekitar 7%, pengangguran tetap menjadi masalah utama India.

Pemerintahan Modi dituduh telah menyembunyikan data pengangguran. Laporan pemerintah yang bocor menunjukkan bahwa tingkat pengangguran India merupakan yang tertinggi sejak 1970-an.

Pendapatan dari sektor pertanian juga mengalami stagnansi karena menurunnya harga komoditas, membuat petani dibebani dengan utang.

Baik BJP maupun Partai Kongres telah menargetkan kaum miskin di pedesaan dalam manifesto kampanye politik mereka.

BJP menjanjikan sejumlah skema kesejahteraan bagi kaum petani di India, sementara Partai Kongres menawarkan skema pendapatan minimum untuk 50 juta keluarga termiskin di negara itu.

Keamanan nasional juga menjadi sorotan dalam pemilu ini, setelah pada Februari terjadi serangan bom bunuh diri oleh kelompok militan yang bermarkas di Pakistan yang menewaskan setidaknya 40 polisi paramiliter di wilayah Kashmir yang dikelola India.

India membalasnya dengan melakukan serangan udara di wilayah Pakistan.

Sejak kejadian itu, BJP menjadikan keamanan nasional sebagai isu utama dalam kampanyenya.

Sumber : BBC