sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Iran akan mulai suntik gas uranium ke 1.044 sentrifugal

Di bawah ketentuan kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA), sentrifugal selama ini berputar kosong tanpa injeksi gas.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 05 Nov 2019 19:13 WIB
Iran akan mulai suntik gas uranium ke 1.044 sentrifugal

Presiden Iran mengumumkan, pihaknya akan mulai menyuntikkan gas uranium ke 1.044 sentrifugal. Perkembangan ini penting karena di bawah ketentuan kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA), sentrifugal selama ini berputar kosong tanpa injeksi gas.

Pengumuman tersebut dinilai juga merupakan peningkatan tekanan terhadap negara-negara Eropa yang tetap mempertahankan JCPOA, yang saat ini tidak jelas manfaatnya.

Presiden Hassan Rouhani tidak mengonfirmasi dalam pengumumannya apakah sentrifugal, yang berada di fasilitas nuklir di Fordow, akan digunakan untuk memproduksi uranium yang diperkaya.

"Sentrifugal akan disuntikkan dengan gas uranium pada Rabu," kata Rouhani.

Pernyataan Rouhani muncul sehari setelah kepala program nuklir Iran mengatakan negara itu telah menggandakan jumlah sentrifugal IR-6 yang canggih dalam operasionalnya. 

Sejauh ini Badan Energi Atom Internasional, pengawas nuklir PBB yang memantau kepatuhan Iran terhadap JCPOA, belum bereaksi atas pengumuman Rouhani. 

Uni Eropa sebelumnya telah berkali-kali meminta Iran untuk kembali ke koridor kesepakatan nuklir 2015, sementara di lain sisi, Amerika Serikat terus menerus menjatuhkan sanksi terhadap para petinggi negara itu sebagai bagian dari kampanye tekanan maksimalnya.

Rouhani menekankan, langkah-langkah yang telah diambil sejauh ini, termasuk melampaui batas pengayaan dan penimbunan yang disepakati, dapat ditarik kembali jika Eropa menawarkan cara untuk mengatasi sanksi AS yang menghambat penjualan minyak mentahnya.

Sponsored

"Kita harus bisa menjual minyak kita," kata Rouhani. "Kita harus mampu mendatangkan uang ke negara ini."

Sentrifugal di Fordow merupakan IR-1, generasi pertama yang dimiliki Iran. JCPOA memungkinkan Negeri Para Mullah untuk memutar sentrifugal tanpa gas uranium, sementara itu memungkinkan hingga 5.060 di fasilitas Natanz untuk memperkaya uranium.

Menurut sejumlah pejabat Iran, sentrifugal memperkaya uranium dengan memutar gas uranium hexafluoride dengan cepat. Sentrifugal IR-6 dapat menghasilkan uranium yang diperkaya 10 kali lipat lebih cepat dibanding IR-1.

"Ilmuwan Iran tengah mengerjakan prototipe yang disebut IR-9, yang bekerja lebih cepat dari IR-1," ungkap kepala badan tenaga atom Iran Ali Akbar Salehi.

Iran saat ini memperkaya uranium hingga 4,5% sebagai bentuk protes atas keluarnya AS dari JCPOA dan penerapan sejumlah sanksi. Di bawah JCPOA, ambang batasnya adalah 3,67%, level yang cukup untuk tujuan damai.

Pada tingkat 4,5% itu sudah cukup untuk membantu menyalakan reaktor di Bushehr, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di Iran.

Menurut Salehi, Teheran saat ini menimbun lebih dari 500 kg uranium yang diperkaya pada kadar rendah, melampaui ketentuan JCPOA, yakni 300 kg.

Sumber : The Guardian