logo alinea.id logo alinea.id

Jaksa Agung AS: Tidak ditemukan bukti konspirasi Trump dan Rusia

Meski laporan Mueller tidak menemukan bukti kolusi antara tim kampanye Trump dan Rusia, namun Presiden AS itu tidak bebas dari tuduhan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 25 Mar 2019 10:36 WIB
Jaksa Agung AS: Tidak ditemukan bukti konspirasi Trump dan Rusia

Penasihat khusus Amerika Serikat Robert Mueller tidak menemukan bukti kolusi antara tim kampanye Donald Trump dan Rusia dalam pilpres 2016. Kini pertanyaan yang tersisa adalah apakah Trump telah mencoba untuk menghalangi keadilan dengan merusak investigasi yang merongrong kepresidenannya.

"Penasihat khusus tidak menemukan bahwa tim kampanye Trump, atau siapa pun yang terkait dengannya, berkonspirasi atau berkoordinasi dengan pemerintah Rusia dalam upaya ini, meskipun ada beberapa tawaran dari individu yang berafiliasi dengan Rusia untuk membantu kampanye Trump," kata Jaksa Agung William Barr dalam ringkasan dari laporan Mueller yang dia kirim ke anggota parlemen dan Gedung Putih.

Meskipun temuan Mueller tidak menyimpulkan tentang pertanyaan tersebut, dalam ringkasan laporannya yang dirilis pada Minggu (24/3), Barr dan Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein menyatakan bahwa Mueller tidak menemukan cukup bukti untuk membenarkan tuduhan menghalangi keadilan.

Di lain sisi, Demokrat menyatakan tidak puas dengan hasil investigasi Mueller. Mereka ingin akses langsung ke laporan Mueller. 

"Investigasi Mueller selama hampir dua tahun berakhir dengan temuan bahwa tidak seorang pun dalam tim kampanye Trump berkonspirasi atau berkoordinasi dengan pemerintah Rusia," demikian bagian dari ringkasan empat halaman dari laporan Mueller. 

Laporan Mueller yang telah lama ditunggu-tunggu publik menandai tonggak utama kepresidenan Trump saat ayah lima anak itu mempersiapkan pertarungannya untuk pilpres 2020.

Lawan-lawan politik Trump selama ini menuding sang presiden menghalangi penyelidikan ketika dia memecat mantan Direktur FBI James Comey pada 2017.

"Walaupun laporan ini tidak menyimpulkan bahwa presiden melakukan kejahatan, itu juga tidak membebaskannya," demikian pernyataan Barr mengutip laporan Mueller.

Sponsored

Ketua DPR Nancy Pelosi dan pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer lewat pernyataan bersama menyebutkan, fakta bahwa Mueller tidak membersihkan Trump mengenai tuduhan menghalangi penyelidikan menunjukkan betapa mendesaknya laporan yang lengkap dan dokumentasi yang mendasarinya dipublikasikan tanpa penundaan lebih lanjut.

Adapun Ketua Komite Intelijen Senat Richard Burr, yang merupakan seorang Republikan, mendesak Barr untuk merilis laporan Mueller sebanyak mungkin. Tidak jelas berapa banyak yang akan disingkap Barr.

Rampungnya penyelidikan oleh Mueller, tidak menandai akhir dari ancaman hukum bagi Trump dan orang-orang yang dekat dengannya.

Investigasi dan litigasi lainnya yang berfokus pada sejumlah isu termasuk bisnis dan transaksi keuangan, perilaku pribadi, yayasan amal dan komite pelantikan tengah diluncurkan oleh Demokrat. Komite-komite di DPR, yang dikontrol Demokrat, dilaporkan tengah mempersiapkan serangkaian penyelidikan mereka sendiri.

Rilis ringkasan laporan Mueller itu kemungkinan akan memicu pertarungan politik baru di Washington, di mana Demokrat mendesak Barr untuk merilis laporan lengkapnya. Sementara, Trump menggunakan ringkasan laporan sebagai pembenaran dari pernyataannya yang mengatakan bahwa dia adalah korban dari witch hunt atau penyelidikan 

Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnel yang seorang Republikan juga mencatat bahwa kesimpulan Mueller tidak menemukan upaya oleh tim kampanye Trump untuk berkonspirasi dengan Rusia. Namun, dia mengaku terganggu oleh upaya Rusia untuk menganggu demokrasi AS dan berharap untuk meninjau informasi tambahan dari laporan Mueller.

Sebelum Trump berkuasa pada Januari 2017, badan-badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia ikut campur dalam pemilu lewat peretasan email dan propaganda online yang bertujuan menebarkan perselisihan di AS.

Kementerian Kehakiman mengumumkan bahwa Mueller telah mengakhiri penyelidikan setelah mengajukan tuntutan terhadap 34 orang, termasuk kepada ketua tim kampanye Trump, Paul Manafort, pada Jumat (22/3).

Merespons ringkasan laporan Mueller oleh Barr, Trump menulis di Twitter, "Tidak ada kolusi, Tidak ada obstruksi, bebas secara tuntas dan total. KEEP AMERICA GREAT!."



Sumber : Reuters