sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jokowi-Muhyiddin kompak tolak diskriminasi sawit

Indonesia berharap komitmen Malaysia melawan diskriminasi sawit.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 05 Feb 2021 16:56 WIB
Jokowi-Muhyiddin kompak tolak diskriminasi sawit

Isu diskriminasi atas minyak kelapa sawit menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan Presiden RI dengan Perdana Menteri Malaysia, Jumat (5/2). Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo usai pertemuan bilateral dengan PM Muhyiddin Yassin.

"Indonesia berjuang melawan diskriminasi atas sawit. Perjuangan tersebut akan lebih optimal jika dilakukan bersama," tutur Jokowi dalam pengarahan bersama di Istana Merdeka, Jakarta.

Indonesia, kata Presiden Jokowi, mengharapkan komitmen Malaysia dalam hal perjuangan melawan diskriminasi terhadap minyak kelapa sawit.

Pernyataan senada disampaikan PM Muhyiddin bahwa dirinya dan Presiden Jokowi telah membicarakan kebimbangan Malaysia dan Indonesia terhadap kampanye antiminyak sawit.

"Kampanye ini terutama dilakukan di Eropa, Australia, dan Oseania," ujar Muhyiddin pada kesempatan yang sama.

Menurut Muhyiddin, kampanye tersebut tidak berasas dan tidak menggambarkan kelestarian industri sawit global.

"Kampanye tersebut pun tidak sesuai dengan komitmen Uni Eropa terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai perdagangan bebas," tutur Muhyiddin merujuk pada aturan Renewable Energy Directive (RED) II yang dikeluarkan oleh Uni Eropa.

Lebih lanjut, PM Muhyiddin menyatakan bahwa Malaysia telah mengajukan komplain atas Uni Eropa ke WTO pada 15 Januari 2021. Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan Indonesia pada Desember 2019.

Sponsored

"Malaysia akan terus bekerja sama dengan Indonesia dalam isu diskriminasi kelapa sawit," ungkapnya.

Kedua negara, kata Muhyiddin, akan melindungi industri sawit, terutama untuk menyelamatkan berjuta-juta petani sawit yang sepenuhnya bergantung pada industri sawit.

Berita Lainnya