sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KBRI Beijing pulangkan 40 korban kasus pengantin pesanan

KBRI Beijing mencatat, 2019 merupakan tahun terbanyak pihaknya menerima pengaduan dan menampung korban TPPO.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 07 Jan 2020 12:04 WIB
KBRI Beijing pulangkan 40 korban kasus pengantin pesanan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing telah memulangkan 40 perempuan asal Indonesia yang menjadi korban kasus pengantin pesanan di berbagai daerah di China sepanjang 2019.

"Sebanyak 40 orang yang kami pulangkan tersebut masuk dalam kategori TPPO (tindak pidana perdagangan orang)," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun di Beijing, Senin (6/1) malam.

KBRI Beijing mencatat, 2019 merupakan tahun terbanyak pihaknya menerima pengaduan dan menampung korban TPPO.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi beberapa kali menggelar pertemuan untuk membahas persoalan tersebut.

"Tidak perlu heboh. Yang penting, mereka bisa kami pulangkan ke Tanah Air dengan selamat dan lancar," tegas Dubes Djauhari dalam acara Sarasehan Awal Tahun 2020 bersama masyarakat Indonesia di Beijing dan sekitarnya, yang dirangkai dengan perpisahan Wakil Dubes RI Listyowati.

Oleh karena banyak pengaduan, pada 2019, sebagian ruang di aula serba guna KBRI Beijing difungsikan sebagai tempat penampungan para perempuan korban TPPO.

Modus pengantin pesanan adalah pria warga China menyunting perempuan dari Indonesia melalui cukong dengan membayar ratusan juta rupiah.

Setelah melakukan proses perkawinan di Indonesia, pengantin pria memboyong pasangannya ke kampung halamannya di China. Selama di China, pria tersebut tidak memperlakukan pasangannya itu layaknya seorang istri. 

Sponsored

Perempuan-perempuan tersebut pun memutuskan kabur dan meminta perlindungan ke KBRI Beijing. Di antara mereka, bahkan ada yang kabur dengan menumpang truk ratusan kilometer.

Upaya untuk memulangkan para korban tersebut membutuhkan proses karena pihak suami telah melapor kepada pihak kepolisian bahwa mereka kehilangan istri.

"Sekarang kalau ada kasus seperti itu lagi, langsung kami kembalikan kepada suaminya. Biarkan pasangan tersebut memutuskan sendiri, mau pisah atau terus membangun rumah tangganya," kata Koordinator Fungsi Protokol dan Kekonsuleran KBRI Beijing Ichsan Firdaus. (Ant)

Berita Lainnya
×
img